Anastesi Lokal dalam Penjahitan Perineum

Anestesi (pembiusan; berasal dari bahasa Yunani an-"tidak, tanpa" dan  aesthÄ“tos "persepsi, kemampuan untuk merasa"), secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Salah satu anestesi lokal yang sering dilakukan adalah anastesi lokal dalam penjahitan perineum.
Pembiusan lokal atau anestesi lokal dalam penjahitan perineum adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan bagian tubuh manusia yaitu perineum dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran. Obat bius jenis ini bila digunakan dalam operasi pembedahan, maka setelah selesai operasi tidak membuat lama waktu penyembuhan operasi.

Pemilihan teknik anestesi lokal dalam penjahitan perineum adalah suatu hal yang kompleks, memerlukan kesepakatan dan pengetahuan yang baik antara pasien dan faktor-faktor pembedahan. Dalam beberapa kelompok populasi pasien, pembiusan regional ternyata lebih baik daripada pembiusan total.
Beberapa tipe anestesi adalah:
  1. Pembiusan total yaitu hilangnya kesadaran total
  2. Pembiusan lokal yaitu hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada sebagian kecil daerah tubuh).
  3. Pembiusan regional yaitu hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya.


Gunting episiotomi

Benang operasi


Manfaat dan tujuan anestesi lokal dalam penjahitan perineum, yaitu :
  1. Salah satu dari penerapan asuhan sayang ibu, penjahitan sangat menyakitkan pasien,dengan pemberian anestesi lokal maka rasa sakit ini dapat diatasi.
  2. Memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pasien sehingga proses adaptasi psikologis masa  nifas tidak terganggu dengan pengalaman yang tidak menyenangkan saat persalinan.
  3. Memberikan konsep yang positif tentang bidan bagi pasien.

Teknik Anastesi Lokal dalam Penjahitan Perineum

Peralatan dan bahan dalam melakukan anestesi lokal dalam penjahitan perineum adalah handscoon, spuit, dan lidocain 1%. Bila tidak terdapat lidocain 1% maka turunkan konsentrasinya dengan menggunakan aquabidest sehingga menghasilkan lidocain 1 %. Teknik dalam melakukan anestesi lokal dalam penjahitan perineum adalah sebagai berikut :
  1. Persiapkan alat dan bahan dalam bak instrumen. Alat dan bahan tersebut meliputi handscoon, spuit dan lidocain 1%. Spuit yang digunakan tergantung daripada luasnya luka. Dapat menggunakan spuit 3 cc, 5 cc, atau 10 cc.
  2. Cuci tangan dengan menggunakan teknik 7 langkah yaitu pertama membasahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, mengambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut, kedua mengusap dan menggosok kedua punggung tangan secara bergantian, ketiga membersihkan sela jari, keempat membersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan, kelima menggosok dan memutar kedua ibu jari secara bergantian, keenam meletakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan, dan ketujuh membersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk.
  3. Menggunakan satu buah handscoon steril pada tangan yang dominan.
  4. Ambil spuit dari bak instrumen dengan tangan yang menggunakan handscoon.
  5. Ambil lidocain 1 % dengan tangan yang tidak menggunakan handscoon.
  6. Masukkan lidocain tersebut dalam spuit.
  7. Buang ampul lidocain pada tempat sampah medis.
  8. Simpan spuit yang berisi lidocain dalam bak intrumen.
  9. Memakai handscoon pada tangan yang non dominan.
  10. Lakukan penyuntikkan pada daerah perineum yang akan dijahit. Pastikan tidak ada darah saat aspirasi.
  11. Buang spuit pada tempat sampah tajam.
  12. Tunggu hingga satu menit.
  13. Pastikan lidocain telah bereaksi dengan cara mencubit bagian yang telah diberi lidocain dengan pinset, kemudian lakukan penjahitan.

Langkah-langkah diatas merupakan teknik anastesi lokal dalam penjahitan perineum yang wajib dilakukan sebelum melakukan penjahitan perineum.



Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • Buku Ilmu Kebidanan




Terima kasih untuk Like/comment FB :