Anestesi Regional dalam Bedah Umum

Anestesi regional dalam bedah umum diperlukan sebagai bentuk tindakan yang dilakukan agar tidak memberikan dampak rasa sakit pada pasien saat dilakukan pembedahan. Anestesi regional dalam bedah umum dilakukan dengan harapan bahwa pasien dapat seminimal mungkin merasakan sensasi nyeri saat dilakukan pembedahan. Anastesi regional dalam bedah umum ini pada umumnya menggunakan teknik dan obat yang sama seperti pada anastesi regional pada umumnya. Namun, yang membedakannya adalah daerah yang dilakukan anastesi regional dalam bedah umum.


Gunting operasi

Klem operasi

Anestesi Regional dalam Bedah Umum Teknik Pendinginan dengan Kloteril

Teknik ini anestesi regional dalam bedah umum teknik pendinginan dengan kloteril mempunyai kegunaan terbatas pada tindakan sederhana seperti insisi dan drainase abses, punksi dan aspirasi tidak dianjurkan pada parasentesis gendang telinga. Setelah asepsis dan antisepsis daerah tindakan, kloretil disemprotkan tegaklurus pada tempat insisi/pungsi sampai terbentuk bunga es di permukaan kulit tindakan harus dilakukan sebelum bunga es mencair kembali.

Anestesi Regional dalam Bedah Umum Teknik Infiltrasi

Setelah asepsis dan antisepsis daerah tindakan, dengan jarum halus anestetik lokal di suntikkan intrkutan sehingga membentuk benjolan ( skinwheal ). Lalu dengan jarum yang lebih besar anestetik lokal disuntikkan menembus benjolan tersebut sepanjang dan sekitar daerah tindakan. Untuk anestesi regional dalam bedah umum teknik infiltrasi yang lebih baik sebaiknya infiltrasi dilakukan intrakutan subkutan, dan penyuntikan dilakukan sambil menggeser jarum untuk menghindari penyuntikan intravaskuler.
Untuk tindakan yang lebih dalam dari kulit ( misalnya eksplorasi ), anestesi regional dalam bedah umum teknik infiltrasi disuntikkan ke dalam suatu bidang imajiner yang mencakup jaringan dari kulit sampai melewati dasar luka.

Anestesi Regional dalam Bedah Umum Teknik Nerve Block pada Jari-jari

Anestesi regional dalam bedah umum teknik nerve block pada jari-jari dipakai untuk tindakan pada jari seperti ekstraksi kuku, roselplasti, reposisi atau amputasi. Dari sisidorsal tangan ( atau kaki ), ke dalam tiap ruang interosia di kanan dan kiri jari bersangkutan disuntikkan masing-masing 5 – 7 ml anestetik lokal tanpa epinefrim.

Anestesi Regional dalam Bedah Umum Teknik Field Block dan Nerve Block untuk Reseksi Iga

Anestesi regional dalam bedah umum teknik field block dan nerve block untuk reseksi iga dapat dipakai pada drainase empiema, pemasangan waterseal drainage dan sebagainya. Sepanjang garis insisi yang akan dibuat disuntikkan anestetik lokal secar infiltrasi intrakutan dan subkutan. Lalu dilakukan pula infiltrasi subkutan mmbentuk segi empat mengitari garis insisi tersebut, dengan sisi-sisi :
  1. Sisi atas ; satu sela iga di atas ujung atas garis insisi.
  2. Sisi bawah ; satu sela iga di bawah ujung bawah garis insisi.
  3. Sisi depan dan belakang ; masing-masing 2,5 vm dari dan sejajar garis insisi.

Lalu dilakukan anestesi regional dalam bedah umum teknik nerve block terhadap saraf interkostal iga bersangkutan.

Anestesi Regional dalam Bedah Umum Teknik Field block untuk Insisi Mediana Tinggi ( Laparotomi )

Anestesi regional dalam bedah umum teknik field block untuk insisi mediana tinggi ( laparotomi ) disuntikkan secara infiltrasi sepanjang garis insisi yang akan dibuat kira-kira 15 – 20 menit sebelum dilakukan insisi. Lalu dibuat benjolan ( skin wheal ) pada titik-titik:
  1. Ujung prosesus sifoideus.
  2. Tepi kiri dan kanan muskulus rektus abdominis setinggi rawa iga IX.
  3. Tepi kiri dan kanan muskulus rektus abdominis sedikit di atas pusat.
  4. Tepi kiri dan kanan muskulus rektus abdominis setinggi ujung bawah insisi bila insisi sampai di bawah pusat.

Melalui titik b, c dan d jarum di suntikkan tegak lurus sampai terasa tahanan sarung muskulus rektus abdominis bila penderita sadar, ia akan mearasa sakit pada saat jarum mengenai sarung. Lalu jarum ditusukkan terus menembus sarung sarung otot sedalam 0,5 cm dan 5 ml anestetik lokal disuntikkan kedalam massa otot lalu jarum diarahkan ke atas dan bawah untuk menyuntikkan lebih banyak anestetik lokal ke dalam otot sehingga menhubungkan titik-titik b, c dan d. Hal yang sama dilakukan antara titik a dan b sejajar lengkung iga. Kemudian titik a, b c dan d dihubungkan lagi dengan suntikan infiltrasi subkutan. Dengan cara anestesi regional dalam bedah umum teknik field block untuk insisi mediana tinggi ( laparotomi ) dapat tercapai dosis maksimum anestetik lokal yang dipakai sehingga harus selalu waspada terhadap gejala toksik.

Cara anestesi regional dalam bedah umum teknik field block untuk insisi mediana tinggi (laparotomi) mengebalkan dinding perut dan peritoneum parietal di bawahnya untuk menghambat rangsang nyeri dari alat dalam dan peritoneum parietal posterolateral diperlukan anestesi umum dangkal atau nerve block tehadap pleksus splanknikus dan saraf interkostal.
Cara anestesi regional dalam bedah umum teknik never block pleksus splanknikus dilakukan sebagai berikut :
  1. Penderita dalam keadaan sedasi.
  2. Setelah perut dibuka, hati digeser hati-hati ke atas dan lambung di geser ke kiri. Lalu permukaan depan korpus vertebra lumbal  1 dicari, aorta digeser ke lateral dan sebuah jarum panjang disuntikkan di antaranya menyususri tepi kiri korpus vertebra lumbal 1 sampai tertahan tulang, suntikkan 50 ml anestetik lokal ( lidokain 0,5 % ).


Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Kedaruratan Medik




Terima kasih untuk Like/comment FB :