Anestesi Regional dalam Kebidanan

Anestesi regional dalam kebidanan diperlukan sebagai bentuk tindakan yang dilakukan agar tidak memberikan dampak rasa sakit pada pasien saat dilakukan pembedahan kebidanan. Anestesi regional dalam kebidanan dilakukan dengan harapan bahwa pasien dapat seminimal mungkin merasakan sensasi nyeri saat dilakukan pembedahan kebidanan. Anastesi regional dalam kebidanan ini pada umumnya menggunakan teknik dan obat yang sama seperti pada anastesi regional pada umumnya. Namun, yang membedakannya adalah daerah yang dilakukan anastesi regional dalam kebidanan.


Gunting operasi

Klem operasi

Anestesi Regional dalam Kebidanan Teknik Infiltrasi untuk Episiotomi

Anestesi regional dalam kebidanan teknik infiltrasi untuk episiotomi bertujuan untuk menghilangkan nyeri pada pengguntingan dan penjahitan luka episiotomi, tanpa mempengaruhi nyeri akibat proses persalinan. Pada batas kulit-mukosa vulva di posisi jam 6 dibuat benjolan dengan anestesi lokal; melalui benjolan itu dilakukan infiltrasi ke arah :
  1. Ke dalam vagina secara submukosa
  2. Ke arah anus secara subkutan ( dibawah kulit perineum )
  3. Ke dalam jaringan antara mukosa vagina dan kulit perineum.

Daerah infiltrasi meliputi garis episiotomi yang akan dibuat, selebar kira-kira 5 cm. Umumnya digunakan 10-20 ml lidokain 0,5%.

Anestesi Regional dalam Kebidanan Teknik Blokade Paraservikal Bilateral

Anestesi regional dalam kebidanan teknik blokade paraservikal bilateral bertujuan untuk menghambat ganglion dan pleksus inferior di dasar ligamentum latum sehingga menimbulkan anastesi daerah uterus dan serviks. Dipakai untuk mengurangi nyeri akibat his dalam kala I dan untuk kuretase. Dengan bimbingan jari telunjuk dan tengah, jarum suntik dimasukkan ke dalam vagina ke arah forniks lateral sampai ujungnya menyentuh mukosa forniks lateral pada posisi jam 3; lalu tusukkan jarum sedalam 1,5 cm. Bila pada aspirasi tidak terhisap darah, suntikkan 15-20 ml lidokain 0,5-1%. Hal yang sama dilakukan pada forniks lateral posisi jam 9.

Anestesi Regional dalam Kebidanan Teknik Blokade Pudendal Bilateral

Anestesi regional dalam kebidanan teknik blokade pudendal bilateral menghambat nervus pudendus ( sakral 2, 3, 4 ) sehingga menimbulkan anastesi daerah vagina dan perineum. Umumnya digunakan untuk :
  1. Mengurangi nyeri pada kala II dan III akibat regangan vagina dan perineum
  2. Persalinan dengan ekstraksi cunam atau vakum
  3. Episiotomi dan penjahitan ruptura perineum.

Dibuat benjolan dengan anastesi lokal di titik tepat di tengah jarak anus dan tuber iskiadikum. Dua jari dalam vagina mencari spina iskiadika sebagai patokan. Dengan bimbingan jari dalam vagina, ditusukkan jarum panjang melalui benjolan sedalam 5-7,5 cm ke arah spina iskiadika sampai terasa menyentuh ujung spina; suntikkan 10-15 ml lidokain 0,5-1%. Hal yang sama dilakukan pada sisi lain.penyuntikkan dapat dilakukan dari dalam vagina. Dengan bimbingan telunjuk dan jari tengah, jarum suntik menyusuri dinding lateral vagina hingga ujungnya mengenai mukosa vagina tepat di medial spina. Jarum ditusukkan sedalam 1-1,5 cm menembus mukosa sampai ujung jarum tepat di spina, selanjutnya sama seperti diatas.

Anestesi Regional dalam Kebidanan Teknik Infiltrasi untuk Sectio Caesarea (SC)

Anestesi regional dalam kebidanan teknik infiltrasi untuk sectio caesarea (SC) merupakan teknik terbaik bila janinnya prematur dan cukup aman; tetapi kurang disenangi oleh kebanyakan ahli. Diperlukan kira-kira 300 ml prokain 0,5% atau lidokain 0,25-0,5% yang dicampur dengan 1,5 ml adrenalin 1:1000. Disuntikkan sedikit anastesi lokal secara intrakutan membentuk benjolan pada garis median di bawah pusat yang akan merupakan ujung sayatan. Pada saat ini penderita diberi pula 10 mg morfin dan 0,3 mg skopolamin im.


Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Kedaruratan Medik




Terima kasih untuk Like/comment FB :