Klem Mosquito

Klem mosquito merupakan bagian dari peralatan bedah minor. Klem mosquito memiliki bentuk yang melengkung. Klem mosquito terbuat dari bahan logam stainless steel. Klem mosquito ini berfungsi untuk untuk membantu pengikatan pembuluh darah saat melakukan tindakan pembedahan atau untuk hemostasis terutama untuk jaringan tipis dan lunak. Selain itu klem mosquito dalam pencabutan implan juga berfungsi untuk membantu mengeluarkan implan. Klem mosquito sangat mirip dengan klem arteri pean, tetapi ukuranya lebih kecil. 

Penggunaan Klem Mosquito dalam Pencabutan Implan

Selain berfungsi untuk untuk membantu pengikatan pembuluh darah saat melakukan tindakan pembedahan atau untuk hemostasis terutama untuk jaringan tipis dan lunak klem mosquito juga berfungsi dalam pencabutan implan juga yaitu untuk membantu mengeluarkan implan. Klem mosquito dapat membantu mengeluarkan implan dengan menggunakan pencabutan implan teknik standar. Dalam melakukan persiapan untuk melakukan pencabutan implan dengan menggunakan mosquito, yang penting adalah alat – alat dalam kondisi baik (misalnya klem harus dapat menjepit dengan kuat dan skapel harus tajam). Periksa alat – alat dan bahan yang akan dipakai sudah dalam keadaan steril atau DTT terutama alat klem mosquito yang akan digunakan untuk mencabut implan.



Klem mosquito bengkok

 Klem mosquito lurus

Alat dan bahan yang harus disiapkan dalam pencabutan implan dengan menggunakan klem mosquito adalah meja periksa untuk tempat tidur klien, penyangga lengan atau meja samping, sabun untuk mencuci lengan, kain penutup steril (bersih) yang kering, tiga mangkok steril atau DTT (satu untuk larutan antiseptik, satu tempat air mendidih atau steril berisi kapas bulat untuk membersihkan bedak pada sarung tangan dan satu lagi berisi larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi kapsul yang telah dicabut), sepasang sarung tangan steril/ DTT, larutan antiseptic, anestesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinefrin), tabung suntik (5 atau 10ml) dan jarum suntik dengan panjang 2,5- 4 cm, Scalpel (pisau bedah) nomor 11, klem lengkung dan lurus (klem mosquito dan crile), band aid atau kasa steril dengan plester, kasa pembalut, dan epinefrin untuk syok anafilaktik ( harus selalu tersedia untuk keadaan darurat ).

Sebelum mencabut kapsul implan dengan menggunakan klem mosquito, ajak klien berbicara tentang alasannya ingin mencabut dan jawab semua pertanyaannya. Tanyakan pada klien tentang tujuan reproduksinya. Terangkan secara ringkas proses pencabutan kapsul implan dengan menggunakan klem mosquito dan apa yang dapat diharapkan selama dan sesudah pencabutan.

Secara teknik, yang dilakukan dalam pencabutan implan dengan menggunakan klem mosquito yaitu menentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah semua kapsul (dekat siku), kira – kira 5 mm dari ujung bawah kapsul. Bila jarak tersebut sama maka insisi dibuat pada tempat insisi waktu pemasngan. Sebelum menentukan lokasi, pastikan tidak ada ujung kapsul yang berada di bawah insisi lama. Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang yang kecil lebih kurang 4 mm dengan menggunkan skalpel.

Jangan membuat insisi yang besar. Mulai dengan mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau yang terdekat tempat insisi. Dorong ujung kapsul ke arah insisi denagn jari tangan sampai ujung kapsul tampak pada uka insisi. Saat ujung kapsul tampak pada luka insisi, masukkan klem lengkung (klem mosquito dan Crile) dengan lengkungan jepitan mengarah ke atas, kemudian jepit ujung kapsul dengan klem tersebut.

Masukkan klem lengkung atau klem mosquito melalui luka insisi dengan lengkungan jepitan mengarah ke kulit, teruskan sampai berada di bawah ujung kapsul dekat siku. Buka dan tutup jepitan klem untuk memotong secara tumpul jaringan parut yang mengelilingi ujung kapsul. Ulangi sampai ujung keenam kapsul seluruhnya bebas dari jaringan perut yang mengelilinginya. Dorong ujung kapsul pertama sedekat mungkin pada luka insisi.

Sambil menekan ( fiksasi ) kapsul dengan jari telunjuk dan tengah, masukkan lagi klem lengkung atau klem mosquito ( lengkungan jepitan mengatah ke kulit ), sampai berada dibawah ujung kapsul, jepit kapsul di dekat ujungnya (5 sampai 10 mm) dan secara hati – hati tarik keluar melalui luka insisi. Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan cara menggosok – gosok pakai kasa steril untuk memaparkan ujung bawah kapsul.

Jepit kapsul yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua. Lepaskan klem pertama dan cabut kapsul secara pelan dan hati – hati dengan klem kedua. Kapsul akan mudah dicabut oleh karena jaringan ikat yang mengelilinginya tidak melekat pada karet silikon. Bila kapsul sulit di cabut, pisahkan secara hati – hati sisa jaringan ikat yang melekat pada kapsul dengan menggunakan kasa dan skalpel. Pilih kapsul berikutnya yang tampak paling mudah dicabut. Gunakan teknik yang sama untuk mencabut kapsul berikutnya.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • wikipedia.org 
  • Buku Pelayanan Keluarga Berencana




Terima kasih untuk Like/comment FB :