Pinset Chirurgis

Penatalaksanaan luka bertujuan meningkatkan proses penyembuhan jaringan dan juga untuk mencegah infeksi. Luka yang sering ditemukan bidan adalah luka yang bersih tanpa kontaminasi, misal luka insisi yang tertutup, luka yang melibatkan saluran kemih, misal SC di segmen bawah. Oleh karena itu bidan harus kompeten dalam menangani hal tersebut. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki bidan adalah bedah minor, karena dalam proses persalinan bidan harus mempu menjahit luka robekan perineum ataupun membuka jahitan bekas operasi sectio caesarea (SC). Kompetensi dan pelayanan tersebut tidak akan tercapai apabila bidan tidak memiliki peralatan bedah minor tersebut. Salah satu alat yang sering digunakan pada tindakan bedah minor umumnya dan penjahitan robekan perineum khususnya adalah pinset chirurgis atau pinset sirurgis


Struktur pada pinset chirurgis

Pinset sirurgis

Pinset chirurgis

Pinset chirurgis disebut pula pinset jaringan, tissue forceps, atau pinset operasi (surgical forceps) ini biasanya memiliki susunan gigi 1x2 (dua gigi pada satu bidang), 2x3, dan 3x4. Pinset bergigi ini digunakan pada jaringan, harus dengan perhitungan tepat oleh karena dapat merusak jaringan jika dibandingkan dengan pinset anatomis (dapat digunakan dengan genggaman halus). Alat ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan pinset anatomi yakni sebagai berikut;
  1. Membentuk pola jahitan dan meremove jahitan
  2. Menjepit dan menahan jaringan secara lebih kuat pada waktu diseksi dan penjahitan luka dan memberi tanda pada kulit sebelum memulai insisi
  3. Menjepit luka
  4. Menjepit otot
  5. Membersihkan atau mengambil sisa-sisa luka jahitan
  6. Menjepit kassa sewaktu menekan luka, menjepit jaringan yang tipis dan lunak.

Cara Menggunakan Pinset Chirurgis

Cara menggunakan pinset chirurgis sama seperti menggunakan pinset anatomis, sangat mudah digunakan oleh siapapun. Pinset ini memiliki ujung yang tajam, cara pengoperasiannya menggunakan ibu jari dan dua atau tiga anak jari lainnya dalam satu tangan. Tekanan pegas muncul saat jari-jari tersebut saling menekan ke arah yang berlawanan menghasilkan kemampuan menggenggam. Alat ini dapat menggenggam objek atau jaringan kecil dengan cepat dan mudah, serta memindahkan dan mengeluarkan jaringan dengan tekanan yang beragam.

Pinset chirurgis memiliki panjang kurang lebih 14 cm dan terbuat dari bahan stainless steel, sehingga dapat digunakan berulang kali dengan proses sterilisasi terlebih dahulu. Pinset chirurgis dapat dipakai ulang dengan proses sterilisasi terlebih dahulu yaitu setelah menggunakan Pinset chirurgis petugas medis diharapkan segera merendam alat tersebut di dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Dianjurkan untuk tidak merendam alat lebih dari 10 menit karena larutan klorin bersifat korosif, sehingga dapat menyebabkan karatan pada alat. Setelah alat direndam, bersihkanlah dan sikat alat tersebut dengan sabun dan air bersih yang mengalir, kemudian keringkan dengan kain kering yang bersih. Tahapan terakhir anda bisa mensterilkannya dengan menggunakan otoklaf atau dengan cara merebusnya selama 20-30 menit terhitung dari air mendidih.

Simpanlah Pinset  yang sudah disterilkan di dalam bak instrumen yang tertutup dan berikan tanda bahwa alat tersebut telah disterilkan dan siap digunakan. Pada tahap pembersihan anda harus benar-benar menyikatnya dengan bersih dengan membuka pinset chirurgis lebar-lebar jangan sampai ada darah atau jaringan tubuh yang masih menempel di dalamnya, karena darah maupun jaringan yang tidak dibersihkan dengan benar dapat merusak alat sehingga mudah karatan atau korosif.

Dengan menggunakan pinset dapat melindungi tangan anda dari tertusuknya benda-benda tajam seperti jarum saat melakukan penjahitan luka,sehingga mencegah dari terjadinya infeksi nosokomial yang sering terjadi di rumah sakit akibat keteledoran petugas medis sendiri.



Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • id.m.wikipedia.org




Terima kasih untuk Like/comment FB :