Granuloma

Granuloma adalah salah satu bentuk dari sejumlah bentuk nodul peradangan lokan yang sering kali ditemukan pada jaringan. Granuloma dapat disebabkan karena berbagai iritasi biologis, kimia dan fisik pada jaringan yang teriritasi. Granuloma dibedakan menjadi dua jenis yaitu granuloma annulare dan granuloma pyogenik. Granuloma annulare bersifat terlokalisir, generalisata, perforantes, atau subkutan. Granuloma annulare subkutan paling sering muncul pada anak-anak yang kemudian tersebar pada kaki, tungkai bawah, jari-jari, tangan, lengan bawah, kulit kepala, dan dahi. Sedangkan granuloma pyogenik merupakan kelainan dari angiogenesis dengan penyebab yang mendasarinya tidak diketahu secara pasti. Tempat tumbuhnya granuloma ini terdapat pada kepala dan leher, walaupun lesinya dapat muncul pada setiap bagian dari tubuh yang lainnya.

Epidemiologi granuloma yang terjadi di Amerika Serikat paling sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Solitary Pyogenik Granuloma umumnya terjadi dengan presentasi 0,5% dari seluruh nodul kulit yang terjadi pada anak-anak. Mortalitas dan morbiditas yang ditimbulkan akibat granuloma jarang terjadi. Granuloma annulare merupakan penyakit kosmetik self limited tanpa komplikasi sistemik. Hanya sedikit sekali kasus dari granuloma annulare yang terdapat pada fasia dan tendon yang menyebabkan terjadinya sklerosis, lymphedema, dan deformitas seperti diabeticorum, dan rheumatoid nodul. Granuloma pyogenik merupakan sejenis tumor vaskular yang jinak, pada kebanyakan kasus, terjadi pada masa kanan-kanak. Lesi pada granuloma ini dapat berdarah dan membentuk ulkus.


Alat bedah minor / minor set

Klem operasi bengkok (mosquito cvd)

Klem operasi lurus (mosquitu str)


Granuloma annulare lebih banyak menyerang atau terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Sedangkan pada granuloma pyogenik memiliki perbandingan kejadian 3:2 pada perempuan dan laki-laki. Pada granuloma annulare lebih dari dua pertiga pasien mengalami granuloma ini dengan usia dibawah 30 tahun. Pada anak-anak dengan granuloma pediatrik annulare memiliki onset usia berkisar antara 1-14 tahun, dengan rata-rata usia 4 tahun.

Gejala Klinis Granuloma

Pada granuloma annulare memiliki gejala klinis yaitu sebagai berikut :
  • Anak dengan granuloma annnulare ini biasanya terlihat sehat dan memiliki lesi dalam beberapa bulan tanpa disertai dengan keluhan yang lainnya.
  • Terdapat satu atau lebih dari satu nodul yang terdapat pada jaringan lunak namun tidak memberikan rasa nyeri tekan pada ekstremitas, scalp, atau dahi.
  • Terdapat papula dengan diameter 1-5 mm, berwarna kemerahan atau merah muda terang, dan ulus tidak bersisik.
  • Granuloma paling sering ditemukan sepanjang aspek ekstensor ekstremias, dan dengan sendi.
Pada granuloma pyogenik memiliki gejala klinis yaitu sebagai berikut :
  • Pada pasien dengan granuloma pyogenk biasanya anamnesis berfokus pada gejala ruam dan onset yang ditimbulkan.
  • Pada jenis granuloma ini harus ditanyakan pada pasien atau orang tua mengenai riwayat trauma, infeksi virus dan bakteri, kehamilan atau infeksi HIV.
  • Selain itu tanyakan juga pada keluarganya mengenai riwayat ruam awal, port wine stain, dan pengobatan awal yang dilakukan.
  • Kemudian riwayat ada tidaknya perdarahan atau ulserasi harus dicatat.


Penyebab Granuloma

Penyebab granuloma Annulare pada anak-anak belum diketahui secara pasti. Tidak ada bukti yang mendukung bahwa trauma, tuberculosis, infeksi streptococcus, herpes, kelainan kolagen vaskular, atau diabetes mellitus berhubungan dengan kejadian granuloma annulare. Namun terdapat bukti yang menunjukkan bahwa granuloma annulare merupakan penyakit imunologis dengan tipe delayed hypersensitivity reaction. Sedangkan granuloma pyogenik juga tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Granuloma pyogenik telah dilaporkan kejadiannya meningkat pada port wine stains. Pada kejadian yang jarang, lesi dihubungkan dengan malignasi.




Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :