Klem Kocher

Klem kocher merupakan klem yang digunakan untuk memegang jaringan. Klem kocher disebut juga dengan klem kelly. Klem kocher ini ada dua jenis yaitu klem kocher yang berbentuk lurus dan klem kocher yang berbentuk bengkok. Klem kocher ini tidak ditujukan untuk hemostasis seperti pada klem yang lain. Sifat khas dari klem kocher ini adalah mempunyai gigi pada ujungnya (mirip gigi pada pinset sirurgis). Kegunaan dari gigi pada ujung klem kocher adalah untuk menjepit jaringan, terutama agar jaringan tidak meleset dari klem kocher, dan hal ini dimungkinkan dengan adanya gigi pada ujung klem kocher. Klem kocher terbuat dari bahan logam stainless steel. Klem kocher selain berguna untuk menjepit jaringan agar tidak lepas juga berguna untuk membantu mengeluarkan plasenta pada saat proses persalinan.


Klem kocher bengkok

Klem kocher lurus

Penggunaan Klem Kocher dalam Mengeluarkan Plasenta

Pada saat akan menolong persalinan yang harus disipakan terlebih dahulu adalah :
  1. Partus set. Partus set merupakan seperangkat alat-alat yang digunakan untuk menolong persalinan. Dalam sebuah bak instrumen partus set berisikan alat-alat yaitu 2 buah klem kocher, gunting tali pusat, benang tali pusat, ½ kocher, 2 pasang sarung tangan DTT, kateter nelaton, gunting episiotomy dan kassa secukupnya.
  2. Kapas DTT dalam tempatnya. Kapas DTT dalam tempatnya disediakan untuk melakukan vulva hygiene. Spuit 2 ½ atau 3 ml.
  3. Spuit ini digunakan untuk menyuntikkan oksitosin.
  4. 1 ampul oksitosin 10 U. Oksitosin adalah obat perangsang mulas.
  5. Kapas alkohol dalam tempatnya.
  6. DeLee. DeLee adalah alat penghisap lendir bayi.
  7. 2 kain bersih untuk ganti.
  8. 2 handuk untuk mengeringkan ibu dan bayi.
  9. Celemek plastik sebagai perlindungan diri.
  10. Perlengkapan perlindungan pribadi : masker, kaca mata, alas kaki tertutup.
  11. Perlak sebagai alas ibu.
  12. Lenec untuk mendengarkan denyut jantung bayi.
  13. Tensimeter untuk mengukur tekanan darah ibu.
  14. Larutan klorin 0,5 % dalam tempatnya.
  15. Air DTT dalam tempatnya.
  16. 3 buah tempat sampah : basah, kering, tempat benda tajam.
  17. Kantung plastik atau pendil untuk tempat menyimpan plasenta.
  18. Kain ibu untuk kain ganti.
  19. Pembalut
  20. Waslap untuk membersihkan ibu dari kotoran setelah melahirkan.
Pada saat melakukan pertolongan persalinan, setelah bayi lahir, tindakan selanjutnya adalah memastikan ada tidaknya bayi kedua. Bila tidak terdapat bayi kedua maka langkah selanjutnya adalah menyuntikkan oksitosin secara im sebanyak 10 IU, kemudian lakukan pemotongan tali pusat dengan cara menjepit tali pusat menggunakan klem kocher kira-kira 3 cm dari pusat bayi, kemudian melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem kocher ke arah ibu dan memasang klem kocher kedua 2 cm dari klem kocher pertama (ke arah ibu). memegang tali pusat dengan satu tangan, melindungi bayi dari gunting, dan memotong tali pusat di antara dua klem kocher tersebut. Setelah itu yang dilakukan adalah mengeluarkan plasenta dengan bantuan klem kocher.

Klem kocher yang digunakan untuk mengeluarkan plasentas sudah menempel pada tali pusat ketika kita melakukan pemotongan tali pusat. Klem kocher yang menempel pada tali pusat tersebut digunakan untuk meregangkan tali pusat. Cara mengeluarkan plasenta dapat dilakukan dengan cara memindahkan klem kocher pada tali pusat sekitar 5-10 cm dari vulva. Meletakkan satu tangan di atas kain yang ada di perut ibu, tepat di atas tulang pubis, dan menggunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus. Memegang tali pusat dan klem kocher dengan tangan yang lain. Menunggu uterus berkontraksi dan kemudian melakukan perengangan ke arah bawah pada tali pusat dengan lembut. Lakukan tekanan yang berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan uterus ke arah atas dan belakang (dorso-kranial) dengan hati-hati untuk membantu mencegah terjadinya inversio uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30 – 40 detik, menghentikan peragangan tali pusat dan menunggu hingga kontraksi berikut mulai. Setelah plasenta terlepas, meminta ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat ke arah bawah dan kemudian ke atas, mengikuti kurve jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus. Jika plasenta terlihat di introitus vagina, melanjutkan kelahiran plasenta dengan menggunakan kedua tangan. Memegang plasenta dengan dua tangan dan dengan hati-hati memutar plasenta hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan melahirkan selaput ketuban tersebut.



Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • Buku Asuhan Kebidanan II (Persalinan) 
  • wikipedia.org




Terima kasih untuk Like/comment FB :