Medikamentosa Bedah Minor

Medikamentosa bedah minor merupakan obat-obatan yang digunakan dalam tindakan bedah minor. Medikamentosa bedah minor ini biasanya terdiri dari obat-batan untuk anastesi lokal, obat-obatan antibiotik, analgetik dan obat-obatan antipiretik. Kesemua obat-obatan tersebut bertujuan untuk meminimalisir kejadian atau efek samping yang ditimbulkan dari tindakan bedah minor. Bedah minor merupakan suatu tindakan operasi ringan yang ditujukan untuk diagnosis ataupun terapi terhadap suatu penyakit khususnya penyakit yang berkaitan dengan kulit dan jaringan yang membutuhkan tindakan pembedahan. Medikamentosa bedah minor yang akan dibahas pada kali ini adalah medikamentosa bedah minor untuk tindakan anestesi lokal. Anestesi lokal perlu dilakukan sebelum tindakan bedah minor untuk meminimalisir rasa nyeri yang ditimbulkan saat tindakan pembedahan.


Alat bedah minor / minor set

Medikamentosa Bedah Minor untuk Anestesi Lokal

Medikamentosa bedah minor untuk anestesi lokal yang digunakan secara garis besar dibagi menjadi 2 golongan, yaitu golongan aminoester dan amino amida. Golongan amino ester adalah Benzokain (ethyl 4-aminobenzoate), Prokain/novokain (2-diethylamino ethyl 4-aminobenzoat), Tetrakain (dimethyl amino ethyl 4 buthyl aminobenzoate), Kloroprokain/nesakain (2-diethylamino ethyl 4-amino 2- chlorobenzoat) dan Kokain. Sedangkan golongan amino amida adalah Lidokain/xylocain/lignokain (2-diethyl aminoacetat-2,6xylidine), Prilokaine/citanest (propylamino-2propionotoluidine), Bupivacaine marcaine (1-buthyl-2,6-hexahydropicolixylidide), dan Etidokain/duranest (2-N-Ethylpropylamino-2’6’butyroxylidide).

Kecuali kokain, semua medikamentosa bedah minor untuk anestesi lokal bersifat vasodilator sehingga zat anestesi cepat diserap yang akan meninggikan toksisitas dan memperpendek masa kerja obatnya (duration of action). Medikamentosa bedah minor untuk anastesi lokal dengan tujuan untuk memperpanjang kerja obat dan menurunkan toksisitasnya biasanya ditambahkan dengan vasokonstriktor, misalnya dengan menambahkan adrenalin dengan konsentrasi 1:100.000 atau 1:500.000. Tetapi medikamentosa bedah minor untuk anastesi lokal pada khitanan atau pada organ end arteri lainnya, penggunaan vasokonstriktor tidak dibenarkan atau tidak dianjurkan penggunaannya.

Medikamentosa bedah minor untuk anestesi lokal yang sering digunakan pada bedah minor adalah lidocain karena mempunyai masa kerja yang lama (DOA 60-90 menit) dan awitan yang cepat (3-5 menit). Daya anestesinya pun lebih kuat jika dibandingkan dengan prokain dan jarang menimbulkan reaksi alergi. Konsentrasi yang sering digunakan adalah lidokain HCl 2%. Menurut hasil penelitian beberapa ahli bahwa pada pemakaian anestesi lokal secara infiltrasi tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antara pemakaian lidocain HCl 0,5% dan 2% terhadap derajat anestesi yang ditimbulkannya. Bahkan dengan menggunakan lidocain HCl 0,5% secara bermakna akan mengurangi risiko timbulnya intoksikasi obat. Sediaan yang ada di pasaran lidocain HCl dengan konsentrasi 2% dikemas dalam flacon dan ampul. Penggunaan medikamentosa bedah minor dalam anestesi untuk mendapatkan konsentrasi yang lebih rendah kita harus mencampurnya dengan aqua bidestilata. Medikamentosa bedah minor dalam anestesi lokal untuk mendapatkan hasil optimal antara onset yang cepat dan durasi yang lama, dapat digunakan campuran obat anestesi antara lidocain (onset cepat) dan bupivacaine (durasi lama) dengan perbandingan 1 :1.

Reaksi toksis dapat terjadi karena kesalahan penyuntikan sehingga obat masuk ke pembuluh darah atau dosis yang terlalu tinggi. Gejala yang timbul akibat toksisitas medikamentosa bedah minor untuk anastesi lokal adalah meliputi terhadap SSP dapat menimbulkan gelisah, nyeri kepala, pusing, dan penglihatan kabur. Gejala yang timbul akibat toksisitas medikamentosa bedah minor untuk anastesi lokal adalah meliputi terhadap respirasi adalah nafas cepat dan dangkan kemudian tak teratur sampai apneu. Gejala yang timbul akibat toksisitas medikamentosa bedah minor untuk anastesi lokal adalah meliputi terhadap sistem kardiovaskular adalah hipotensi atau tekanan darah rendah dan bradikardi atau denyut jantung melambat.



Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :