Penjahitan Luka Bedah Minor

Setiap tindakan bedah minor pasti akan menimbulkan luka terbuka. Luka terbuka tersebut harus ditutup agar tidak terkena infeksi. Selain itu, luka terbuka tersebut harus disatukan kembali seperti semula dengan melakukan penjahitan. Penjahitan luka bedah minor dilakukan sebagai upaya untuk untuk mendekatkan tepi luka dengan benang sampai sembuh dan cukup untuk menahan beban fisiologis. Panjahitan luka bedah minor ini dilakukan oleh tenaga medis maupun paramedis yang sudah terlatih. Penjahitan luka bedah minor dilakukan pada setiap luka dimana untuk penyembuhannya perlu mendekatkan tepi luka. Luka terjadi akibat kerusakan kontinnuitas jaringan karena sayatan pada saat dilakukan tindakan pembedahan.

Sebelum melakukan penjahitan luka bedah minor, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan diantaranya persiapan alat dan bahan. Alat yang harus disiapkan sebelum melakukan penjahitan luka bedah minor yaitu Tissue forceps (pinset) terdiri dari dua bentuk yaitu pinset cirurgis dan anatomis, Needleholders atau pemegang jarum, Suture needles (jarum) bentuk segitiga dan bentuk bulat, gunting hecting dan spuit 5 ml untuk anestesi. Semua alat-alat tersebut disimpan dalam satu wadah atau bak instrumen. Sedangkan bahan yang dipersiapkan adalah benang, cairan desifektan seperti Povidon-iodine 10 % (Bethadine), cairan NaCl 0,9% untuk mencuci luka, anestesi lokal lidocain 2%, sarung tangan, dan kasa steril.


Alat bedah minor (minorset)

Benang operasi

Prinsip Penjahitan Luka Bedah Minor

Berikut terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat melakukan penjahitan luka bedah minor, yaitu :
  • Cara memegang kulit pada tepi luka dengan surgical forceps harus dilakukan secara halus dengan mencegah trauma lebih lanjut pada jaringan tersebut.
  • Ukuran kulit yang yang diambil dari kedua tepi lukaharus sama besarnya.
  • Tempat tusukan jarum sebaiknya sekitar 1-3 cm daritepi luka
  • Jarak antara dua jahitan sebaiknya kurang lebih sama dengan tusukan jarum dari tepi luka. 

Teknik Penjahitan Luka Bedah Minor

Teknik penjahitan luka bedah minor dapat dilakukan dengan teknik penjahitan continuous, penjahitan terputus, penjahitan sub-kutikuler, dan penjahitan mattrass (horizontal dan vertical).
  • Teknik Penjahitan Luka Bedah Minor dengan Cara Continuous

Teknik penjahitan luka bedah minor dengan cara continuous sering digunakan untuk menjahit luka yang lama dimana ketegangan kulit dapat diminamalisasi dengan penjahitan yang dalam. Teknik penjahitan luka bedah minor dengan cara continuous sering digunakan untuk penutupan kulit kepala. Teknik penjahitan luka bedah minor dengan cara continuous memberikan keuntungan dalam hemostasis dengan mengkompresi tepi luka.
  • Teknik Penjahitan Luka Bedah Minor dengan Cara Terputus 

Teknik penjahitan luka bedah minor dengan cara terputus merupakan standar baku dan jenis jahitan yang paling sering digunakan. Teknik penjahitan luka bedah minor dengan cara terputus bisa dilakukan pada semua jenis luka.

  • Teknik Penjahitan Luka Bedah Minor dengan Cara Matras

Teknik penjahitan luka bedah minor dengan cara matras memiliki kekuatan tarik lebih besar dan kecenderungan minima ldalam menyebabkan edema luka dan gangguan sirkulasi kulit. Jahitan matras vertikal teknik ini digunakan jika eversi tepi luka tidak bisa dicapai hanya dengan menggunakan jahitan terputus, misalnya didaerah yang lemak subkutannya tipis dan tepi luka cenderung masuk ke dalam. Jahitan matras horizontal teknik ini digunakan untuk menautkan fascia dan aponeurosis. Jahitan ini tidak boleh digunakan untuk menjahit lemak subkutan karena membuat kulit di atasnya bergelombang

  • Teknik Penjahitan Luka Bedah Minor dengan Cara Subkutikuler

Teknik penjahitan luka bedah minor dengan cara subkutikuler dapat dilakukan secara terputus atau kontinyu. Pada penutupan subkutan kontinyu, jarum lewat secara horizontal pada dermis superfisial sejajar permukaan kulit untuk mendekatkan permukaan kulit. Teknik ini menghindari perlunya jahitan kulit luar dan mengurangi kemungkinan timbulnya bekas jahitan pada kulit.

Pengangkatan Jahitan Luka Bedah Minor

Pengangkatan jahitan luka bedah minor dilakukan jika sudah terjadi perlekatan tepi-tepi luka. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perlekatan tepi-tepi luka diantaranya adalah vaskularisasi, mobilitas, ketegangan tepi-tepi luka, dan teknik penjahitan luka bedah minor.




Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • kedokteran.unsoed.ac.id




Terima kasih untuk Like/comment FB :