Sirkumsisi

Sirkumsisi adalah membuang prepusium penis sehingga glans penis menjadi terbuka. Tindakan ini murupakan tindakan bedah minor yang paling banyak dikerjakan di seluruh dunia, baik dikerjakan oleh dokter, paramedis, ataupun oleh dukun sunat. Di Indonesia, sirkumsisi sebagian besar di lakukan oleh agama. Sirkumsisi merupakan tuntunan syariat Islam yang sangat mulia dan disyariatkan baik untuk laki-laki maupun perempuan. Di Indonesia orang-orang Yahudi dan Nasrani pun sekarang juga banyak yang menjalaninya karena terbukti memberikan manfaat terhadap banyak masalah kesehatan. Secara medis tidak ada batasan umur berapa yang boleh di sirkumsisi. Usia sirkumsisi pun dipengaruhi oleh adat istiadat setempat. Di Arab Saudi anak disirkumsisi pada usia 3-7 tahun, di Mesir antara 5 dan 6 tahun, di India 5 dan 9 tahun dan di Iran biasanya umur 4 tahun. Di Indonesia, misalnya Suku Jawa lazimnya melakukan sirkumsisi anak pada usia sekitar 15 tahun, sedangkan Suku Sunda pada usia 4 tahun.


 Alat bedah minor untuk tindakan sirkumsisi

 Benang operasi

Pisau bedah / bisturi

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sirkumsisi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mulai dari mencegah penyakit mematikan seperti AIDS hingga kanker seviks. Menurut Richard Bailey (2006, dua penelitian terakhir malah berhenti lebih awal, karena menunjukkan keefektifan yang tinggi tentang khitan dibanding kelompok kontrol yang menolak disirkumsisi).

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan terutama di bidang kesehatan, metode sirkumsisi pun semakin berkembang. Saat ini telah diciptakan banyak peralatan dan obat-obatan untuk membantu melaksanakan sirkumsisi, sehingga sirkumsisi menjadi proses yang lebih aman dan lebih tidak menyakitkan. Selain itu, banyak pula metode yang mulai dikembangkan dalam pelaksanaan sirkumsisi sehingga proses sirkumsisi menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Teknik Asepsi dan Antisepsis serta Anastesi Sirkumsisi

Sebelum melakukan sirkumsisi, terdapat persiapan yang harus disiapkan diantaranya :

1. Persiapan pasien, meliputi :
  • Anamnesis

Riwayat gangguan homeostasis dan kelainan darah
Riwayat alergi obat
Past & present history
  • Pemeriksaan Fisik 

Status general : demam, kelainan jantung atau paru
Status lokal : hipospadia, epispadia atau kelainan kongenitallainnya
  • Informed Concern

2. Persiapan peralatan, perlengkapan dan obat-obatan meliputi :
Gunting jaringan kapas dan kassa steril, lidokain 2%, klem arteri lurus, plester, larutan antiseptik, klem arteri bengkok, kain penutup steril yang berlubang ditengah (duk), salep antibiotik, pinset anatomis, spuit 3 atau 5 cc, analgetik oral, needle holder, benang cat gut, antibi otik oral, waskom, jarum cutting ukuran kecil, adrenalin 1:1000, dan sarung tangan steril.

Teknik yang dilakukan pertama dalam sirkumsisi adalah teknik asepsis dan antisepsis, yaitu meliputi :
  • Pasien telah mandi dan membersihkan alat kelamindengan sabun
  • Bersihkan daerah genitalia dengan alkohol 70%
  • Bersihkan daerah genitalia dengan providon iodin10% dengan kapas steril dari sentral ke perifermembentuk lingkaran ke arah luar dengan batasatas tepi pusar dan batas bawah meliputi seluruhskrotum
  • Letakkan duk steril berlubang.

Kemudian teknik selanjutnya yang dilakukan dalam sirkumsisi adalah anastesi lokal. Anastesi lokal meliputi :

a. Anastesi blok

  • pemblokiran nervus dorsalis penis dengan cara memasukkanjarum tegak lurus sedikit diatas pangkal penis, diatas simfisis osispubis sampai menembus fascia Buch (seperti menembus kertas)
  • jarum miringkan ke lateral, aspirasi darah , bila tak masuk kepembuluh darah, injeksikan 1-3 ml obat anestesi.
b. Anastesi Infiltrasi
  • Lokasi penyuntikan adalah sekitar ½ - 2/3 proksimal batang penissecara subkutis agak kedalam sedikit agar obat masuk ke tunikaalbuginea. Jarum disuntikan di daerah dorsum penis proksimalsecara sub kutan.
  • Jarum miringkan ke lateral, aspirasi darah , bila tak masuk kepembuluh darah, injeksikan 0,5-0,75 ml obat anestesi.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :