Skin Tag

Skin tag adalah pertumbuhan kulit jinak yang terjadi akibat friksi atau gesekan yang berlangsung lama.  Skin tag  umumnya terjadi pada usia pertengahan. Tags menempel erat pada kulit luar, dan terdapat tangkai kecil yang menghubungkan kulit dan benjolan. Nama lain dari skin tag ini adalah acrochordons, fibroepitel polip.

Skin tags sering salah didiagnosis sebagai kutil (warts) karena keduanya mempunyai warna yang sama dan terletak  lebih tinggi dari permukaan kulit. Skin tags disebabkan oleh friksi/gesekan dengan periode waktu yang lama sedangkan kutil karena infeksi human papiloma virus (HPV). Oleh karena itu skin tags ditemukan pada area friksi, sedangkan kutil ditemukan pada area yang sering terjadi kontak dengan orang lain, sehingga virus dapat masuk melalui kulit tersebut. Kutil sering ditemukan di jari-jari tangan,kaki, sekitar mulut dan genital.Dengan memahami perbedaan antara skin tags dan kutil kita dapat melakukan terapi yang benar.


Minor set untuk tindakan bedah minor

Etiologi Skin Tag

Penyebab pasti skin tag belum diketahui, namun diyakini gesekan kronis menjadi pemicunya. Skin tags biasanya tidak berbahaya, sering timbul karena teriritasi baju/perhiasan dan pencukuran atau kebiasaan rutin lainnya yang mengiritasi kulit. Terbentuknya skin tags berkolerasi dengan usia dan obesitas. Faktor berikut mungkin berperan dalam timbulnya skin tag yaitu Chaffing dan iritasi dari gesekan kulit, tingginya kadar faktor pertumbuhan, terutama selama kehamilan atau pada akromegali (Gigantisme) dan resistensi insulin (sindroma X). Skin tags tidak dapat menular karena bukan disebabkan oleh infeksi. Ini berarti setelah diterapi skin tags akan hilang.

Terapi skin tag dapat dilakukan dengan cara kauterisasi, cryosurgery (pembekuan), ligasi : menghentikan suplai darah, dan eksisi.

Teknik Operasi Skin Tag

Teknik operasi skin tag dilakukan dengan cara pertama yaitu melakukan tindakan aseptik dan antiseptik. Kedua, tutup bagian skin tag dengan menggunakan duk bolong. Ketiga, melakukan anestesi lokal dengan lidocaine 2% pada area skin tag. Keempat, memegang ujung masa dengan pinset, jika masa kecil (sekitar 1-2 mm), dapat langsung dilakukan kauterisasi. Jika masa kecil akan dilakukan eksisi dengan pisau, eksisi cukup di jaringan kutis saja, tidak sampai ke subkutis sehingga tidak perlu dilakukan penjahitan. Jika masa besar lakukan insisi elips di dasarnya. Dan terakhir melakukan penjahitan langsung kulit jika diperlukan dengan nylon 5-0 atau 6-0.

Medikamentosa Skin Tag

Medikamentosa dalam menangani skin tag pada umumnya sama seperti medikamentosa yang diberikan saat melakukan tindakan bedah minor. Medikamentosa sebelum dilakukan tindakan operasi skin tag yaitu medikamentosa atau obat-obatan yang digunakan untuk melakukan anestesi lokal. Obat-obatan untuk anestesi lokal yang digunakan dalam operasi skin tag ini adalah jenis lidocain 2%. Terkadang penggunaan lidocain ini diturunkan konsentrasinya menjadi lidocain 1%. Penurunan kadar konsentrasi lidocain dapat dilakukan dengan cara menambahkan aquabidest dengan lidocain dengan perbandingan 1:1.

Medikamentosa yang digunakan setelah operasi skin tag selanjutnya adalah obat antibiotik, antipiretik dan antinyeri. Antibiotik yang biasanya digunakan setelah operasi skin tag adalah amoksisilin, penisilin dan lain sebagainya. Namun perlu diingat sebelum memberikan obat antibiotik tanyakan ada tidaknya alergi obat bahkan bila perlu lakukan skin tes. Golongan obat analgetik dan antipiretik yang biasanya diberikan setelah operasi skin tag adalah parasetamol. Sedangkan golongan obat analgetik atau anti nyeri yang diberikan adalah asam mefenamat.






Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :

  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :