Sterilisasi Peralatan Bedah Minor

Sterilisasi peralatan bedah minor merupakan bagian dari proses pokok yang direkomendasikan untuk proses peralatan dan benda-benda lain dalam upaya pencegahan infeksi. Terdapat 3 (tiga) proses pokok yang direkomendasikan untuk proses peralatan dan benda-benda lain dalam upaya pencegahan infeksi adalah dekontaminasi, cuci dan bilas, serta disinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi. Dekontaminasi adalah langkah penting pertama untuk menangani peralatan, perlengkapan, sarung tangan dan benda-benda lain yang terkontaminasi. Dekontaminasi membuat benda-benda lebih aman untuk ditangani dan dibersihkan oleh petugas. Untuk perlindungan lebih jauh, pakai sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga yang terbuat dari bahan lateks jika akan menangani peralatan bekas pakai atau kotor. Segera setelah digunakan, masukkan benda-benda yang terkontaminasi ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Prosedur ini dengan cepat mematikan virus Hepatitis B dan HIV. Pastikan bahwa benda-benda yang terkontaminasi terendam seluruhnya oleh larutan klorin. Daya kerja larutan klorin, cepat mengalami penurunan sehingga harus diganti paling sedikit setiap 24 jam, atau lebih cepat jika terlihat kotor atau keruh.


Peralatan bedah minor

Pencucian adalah cara paling efektif untuk menghilangkan sebagian besar mikroorganisme pada peralatan/perlengkapan yang kotor atau yang sudah digunakan. Baik sterilisasi peralatan bedah minor maupun disinfeksi tingkat tinggi menjadi kurang efektif tanpa proses pencucian sebelumnya. Jika benda-benda yang terkontaminasi tidak dapat dicuci segera setelah didekontaminasi, bilas peralatan dengan air untuk mencegah korosi dan menghilangkan bahan-bahan organik, lalu cuci dengan seksama secepat mungkin. Sebagian besar (hingga 80%) mikroorganisme yang terdapat dalam darah dan bahan-bahan organik lainnya bisa dihilangkan melalui proses pencucian. Pencucian juga dapat menurunkan jumlah endospora bakteri yang menyebabkan tetanus dan gangren, pencucian ini penting karena residu bahan-bahan organik bisa menjadi tempat kolonisasi mikroorganisme (termasuk endospora) dan melindungi mikroorganisme dari proses sterilisasi atau disinfeksi kimiawi. Sebagai contoh virus hepatitis B bisa tetap hidup pada darah yang hanya 10-8 ml (yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa) dan bisa menyebabkan infeksi jika terpercik ke mata. Jika perlengkapan untuk proses sterilisasi tidak tersedia, pencucian secara seksama merupakan proses fisik satu-satunya untuk menghilangkan sejumlah endospora bakteri.

Merebus dan mengukus merupakan metoda dari desinfeksi tingkat tinggi yang paling sederhana dan terpercaya, namun desinfektan kimia dapat juga dipakai. Efek desinfeksi tingkat tinggi ini hanya dapat dipertahankan dalam jangka waktu 1 minggu. Lebih dari itu perlu didesinfeksi kembali sebelum digunakan.

Berbagai macam teknik sterilisasi peralatan bedah minor dapat dilakukan. Pada umumnya teknik sterilisasi peralatan bedah minor di lakukan setelah peralatan tersebut digunakan dalam melakukan tindakan bedah minor. Sterilisasi bedah minor dapat dilakukan dengan cara  pemanasan (tanpa tekanan atau dengan tekanan), kimiawi atau dengan radiasi. 

Sterilisasi Peralatan Bedah Minor dengan Cara Pemanasan

Sterilisasi peralatan bedah minor dengan cara pemanasan dapat dilakukan dengan cara pemanasan tanpa tekanan ataupun pemanasan dengan tekanan. Sterilisasi peralatan bedah minor dengan pemanasan tanpa tekanan dilakukan dengan cara pemanasan basah, yaitu merebus alat dalam air mendidih pada suhu > 100 derajat C selama 15-30 menit. Sterilisasi peralatan bedah minor dengan pemanasan tanpa tekanan dilakukan dengan cara pemanasan kering yaitu dilakukan dengan menggunakan oven pada suhu 160-180 derajat C selama 1-2 jam. Ataupun sterilisasi peralatan bedah minor dengan pemanasan tanpa tekanan dilakukan dengan flamber yaitu membakar dengan spiritus atau alkohol 96%. Sedangkan sterilisasi peralatan bedah minor pemanasan dengan tekanan dilakukan dengan autoklaf menggunakan uap bertekanan 750 mmHg dan suhu 120 derajat C selama 10-15 menit.

Sterilisasi Peralatan Bedah Minor dengan Cara Kimiawi

Sterilisasi peralatan bedah minor dengan cara kimiawi dilakukan dengan menggunakan tablet formalin. Yaitu dengan cara alat dan tablet formalin dimasukkan kedalam tempat tertutup minimal selama 24 jam. Selain itu, sterilisasi peralatan bedah minor dengan cara kimiawi dapat dilakukan juga dengan gas etilen oksida. Yaitu gas yang digunakan untuk alat yang tidak tahan panas dalam proses sterilisasi peralatan bedah minor. 

Sterilisasi Peralatan Bedah Minor dengan Cara Radiasi

Sterilisasi peralatan bedah minor dengan cara radiasi yaitu dengan menggunakan daya radiasi sinar X atau sinar ultraviolet.



Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber : 
  • kedokteran.unsoed.ac.id




Terima kasih untuk Like/comment FB :