Teknik Sirkumsisi

Sirkumsisi merupakan tindakan pengangkatan sebagian / seluruh prepucium penis. Sirkumsisi dapat dilakukan atas indikasi medis seperti phimosis, praphimosis, kondiloma akuminata, dan pencegahan kanker penis. Sedangkan kontraindikasi sirkumsisi adalah kontraindikasi absolut berupa hipospadia, epispadia dan kontraindikasi relatif berupa gangguan pembekuan darah, infeksi lokal / umum, DM. Sebelum melakukan teknik sirkumsisi yang harus dipersiapkan terlebih dahulu adalah persiapan pasien, persiapan peralatan, dan asepsi dan antisepsis. Setelah berbagai persiapan sebelum melakukan teknik sirkumsisi selanjutnya melakukan anastesi. Setelah melakukan anastesi, yang dilakukan adalah tunggu 3-5 menit setelah injeksi anastesi, lakukan test dengan menjepit ujungpreputium dengan klem, apabila belum teranestesi penuh ditunggu sampai dengan anestesi bekerja kira-kira3-5 menit berikutnya. Setelah itu lakukan teknik sirkumsisi.


Instrumen operasi untuk tindakan sirkumsisi

Klem operasi lurus

Klem operasi bengkok

Teknik Sirkumsisi Umum

Teknik sirkumsisi umum dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Teknik sirkumsisi pertama pembersihan Glans Penis

  • Menggunakan Klem

Caranya, tarik preputium ke proksimal kemudian klem dibukasambil didorong ke arah smegma. Cara ini dilakukan berulang-ulangkearah proksimal dan lateral sampai terlihat sulkus korona glandis dan pangkal mukosa prepusium di sekeliling sulkus korona glanpenis. Keuntungannya adalah dapat membebaskan perlengketan dengan cepat. Kekurangannya adalah dapat menyebabkan lecet didaerah gland dan mukosa. Pada pembersihan dengan menggunakan klem, ujung klem harus benar-benar tumpul.

  • Menggunakan Kassa

Preputium ditarik dengan tangan kiri ke arah proksimal sampaimeregang sehingga terlihat smegma, tangan kanan memegang kasasteril untuk membebaskan smegma. Kemudian daerah smegmadidorong dengan kasa dan didorong ke arah proksimal sehinggasmegma terlepas sedikit demi sedikit. Keuntungannya adalah minimnya resiko lecet atau trauma pada gland penis. Kerugiannya adalah prosesnya memakan waktu relatif lama.

2. Teknik sirkumsisi kedua yaitu Pengguntingan
  • Tandai batas insisi dengan menjepit kulit prepusium dengan klem.
  • Prepusium dijepit klem pada jam 11, 1 dan jam 6 ditarik ke distaldengan ujung klem mencapa ± 1,5 cm dari sulcus coronarius .
  • Preputium diinsisi pada jam 12 diantara jepitan klem denganmenggunakan gunting kearah sulcus coronarius.
  • Pasang jahitan kendali dengan menjahit batas ujung dorsumsisi kulit
  • Insisi melingkar kekiri dan kekanan dengan arah serong menujufrenulum di distal penis dan sisakan mukosa kulit sekitar 0,5 cm daribagian distal sulkus
  • Pada frenulum insisi dibuat agak meruncing (huruf V)
  • Pemotongan harus simetris dan sama panjang
  • Rawat perdarahan yang terjadi dengan cara menjepit menggunakaklem/pean arteri kecil kemudian jahit dengan benang catgut.

3. Teknik sirkumsisi yang ketiga adalah penjahitan
  • Prinsip : mempertemukan pinggir kulit dan pinggir mukosa
  • Jahit bagian kiri dan kanan glans penis masing-masing 2-3 simpul
  • Jahit mukosa distal frenulum (arah jam 6)
  • Setelah penjahitan selesai, gunting mukosa frenulum di sebelah distaldari jahitan sebelumnya
  • Bersihkan dengan iodine 10% dan beri salep kloramfenikol 2%.

4. Teknik sirkumsisi yang keempat adalah perawatan luka
Metode terbuka. Perawatan dengan tidak membalut luka pasca sirkumsisi. Perawatan ini bisa dilakukan bila ada jaminan penderita mampu menjaga kebersihan luka. Setelah diolesi betadine dan salep antibiotika biarkan secara terbuka
Metode tertutup. Setelah diberi betadine dan salep antibiotika, bila perlu berikan sufratule secara melingkar. Tutup denga kasa steril, ujung kain kasa dipilin sebagai tempat fiksasi supra pubic dengan menggunakan plester atau biarkan berbentuk cincin Pembalutan luka pascaoperasi bertujuan untuk melindungi daerah operasi dari kotoran.

5. Teknik sirkumsisi yang kelima adalah pemberian obat-obatan, meliputi analgesik oral, antibiotik oral dan dapat dimulai 2-3 jam sebelum sirkumsi.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :