Tindakan Bedah Minor

Tindakan bedah minor merupakan tindakan operasi ringan dengan menggunakan anastesi lokal. Tindakan bedah minor dilakukan untuk pemeriksaan penunjang menegakkan suatu diagnosa, terapi, penanganan luka, dan lain sebagainya. Tindakan bedah minor yang optimum dilakukan oleh 3 orang, yaitu seorang operator dan dua orang asisten. Namun, jika tenaga terbatas atau telah mahir cukup operator dan seorang asisten saja. Persiapan yang dilakukan tergantung pada tugas masing-masing yaitu tugas operator bertindak sebagai pemimpin operasi, melakukan informed concent dan menilai kelayakan operasi, melakukan tindakan anestesi, insisi, hemostatis sampai hekting, mengatasi penyulit yang terjadi, melakukan follow up pasca operasi, dan bekerja pada zona steril. Sedangkan tugas asisten I yaitu sebagai mitra kerja operator di zona steril, melakukan tindakan aseptik dan antiseptik, selangkah lebih maju dari operator dalam mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan pada tiap tahapan operasi, dan memelihara lapangan operasi agar tetap bersih dari darah dan  material yang tidak diperlukan. Tugas ssisten II yaitu mitra kerja operator pada zona non steril, mempersiapkan pasien sebelum operasi, menata tempat operasi, menenangkan pasien, dan mengikuti jalannya operasi, memperhatikan, dan mempersiapkan keperluan selama dan setelah operasi. Contoh dari tindakan bedah minor adalah penanganan luka, biopsi, eksisi dan sirkumsisi.

Persiapan Operator dan Asisten dalam Tindakan Bedah Minor

Persiapan operator dan asisten I dalam tindakan bedah minor meliputi cuci tangan dan memakai sarung tangan karena operator dan asisten I bekerja di zona steril maka untuk persiapannya tidak jauh berbeda. Sedangkan asisten II bekerja dalam zona non steril yang tidak memerlukan persiapan khusus seperti mencuci tangan dan memakai sarung tangan.

Mencuci tangan dalam tindakan bedah minor tujuannya adalah untuk memperkecil risiko infeksi yang mungkin terjadi. Caranya mencuci tangan dilakukan dengan menyikat tangan dengan larutan antiseptik  di bawah air mengalir selama 10 menit, mulai dari kuku, jari, sela jari dan telapak tangan. Teteskan beberapa mililiter savlon, betadin atau triclosan. Gosok masing-masing tangan dan lengan selama 5 menit. Bilas dengan air mengalir sambil digosok. Posisi tangan selalu diatas sikut. Lap dengan handuk yang bersih dengan menggunakan sisi yang berbeda pada setiap tangan.

Memakai sarung tangan dalam tindakan bedah minor mempunyai tujuan ganda, yaitu untuk mencegah infeksi dari operator terhadap pasien dan melindungi operator dari penyakit yang dapat ditularkan oleh pasien melalui darah. Caranya memakai sarung tangan dalam tindakan bedah minor yaitu dengan membuka kemasan dan lebarkan, selain bagian dalam yang terlipat, bagian lain jangan sampai tersentuh. Memakai sarung tangan kanan lebih dulu. Memegang bagian dalam sarung tangan yang dilipat keluar dengan tangan kiri  (bagian luar tidak boleh disentuh). Merapikan dengan cara jari-jari tangan kiri ikut masuk menyusuri jari-jari tangan kanan dalam handschoen (skin to skin) sampai rapi. Lalau mengambil sarung tangan kiri dengan tangan kanan. Selanjutnya memasukkan tangan kiri dengan dibantu oleh tangan kanan dari bagian luar  handschoen (glove to glove).

Persiapan Calon Pasien dalam Tindakan Bedah Minor

Beberapa pengkajian yang harus silakukan dalam persiapan calon pasien untuk tindakan bedah minor diantaranya adalah keadaan umum yang meliputi:

1. Kelainan Hemostasis
Kelainan hemostasis sebagai persiapan calon pasien dalam tindakan bedah minor penting sekali untuk diperhatikan dengan seksama karena dapat mengakibatkan risiko yang serius selama ataupun setelah tindakan bedah minor dilakukan. Perlu ditanyakan riwayat kelainan perdarahan.

2. Diabetes Mellitus
Adakah tanda gejala dari penyakit diabetes seperti polidipsi (sering minum), poliuri (sering kencing), polifagi (sering makan), pruritus (gatal-gatal), parestesi (sering kesemutan),dan riwayat kencing manis pada keluarga.

3. Riwayat Penyakit Menular
Riwayat penyakit menular sebelum melakukan tindakan bedah minor perlu dilakukan untuk menghindari penularan akibat kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, ataupun penularan melalui instrumen (iatrogenik) perlu dicari adanya penyakit menular. 

4. Riwayat Alergi Obat
Riwayat alergi obat sebelum tindakan bedah minor dilakukan agar tidak ada reaksi alergi yang ditimbulkan dari obat-obatan dalam tindakan bedah minor.

5. Riwayat Penyakit Jantung dan Paru
Hl ini berkaitan dengan proses anestesi jika dilakukan dalam narkose/ bius umum. 

6. Status Gizi
Status gizi berhubungan dengan pemeliharaan luka operasi yang lebih baik. Kadar protein yang rendah misalnya albumin dan protein total sebagai indikator, akan menghambat proses penyembuhan luka.

7. Hipertensi
Peningkatan tekanan darah akan berpengaruh terhadap tahapan hemostasis. 

8. Pendekatan Psikologis
Pendekatan psikologis dalam tindakan bedah minor dilakukan kepada pasien untuk memberikan rasa aman. Pendekatan dilakukan dalam tindakan bedah minor agar rasa cemas, takut, dan stress bisa diminimalkan.




Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :