Jenis Benang Jahit Luka

Jenis benang jahit luka dapat dibedakan berdasarkan sifat, filamen, ukuran, dan bahan dasar pembuatnya. Jenis benang jahit luka ini digunakan untuk menjahit luka. Namun pemilihan benang disesuaikan dengan tujuan penjahitan yang dilakukan. Benang jahit luka yang dipilih juga didasarkan pada teknik jahitan yang dilakukan. Misalnya saja pada teknik jahitan interuptus pada semua bagian dapat menggunakan benang monofilamen prolene atau ethilon1,5 metrik (4/0). Benang prolene dan ethilon merupakan jenis benag jahit luka yang tak dapat diserap dan terbuat dari bahan sintetis atau buatan.

Pada teknik jahitan subkutikuler non-absorbable dapat menggunakan benang monofilamen prolene atau ethilon 2 metrik (3/0). Sedangkan pada teknik jahotan subkutikuler absorbable dapat menggunakan benang vicryl 2 metrik (3/0). Selain itu benang vicryl 2 metrik (3/0) ini juga dapat digunakan untuk jahitan dalam hemostasis. Untuk jahitan subkutikuler jaringan halus atau jahitan dalam dapat menggunakan benang vicryl 1,5 metrik (4/0). Sedangkan untuk jahitan halus pada muka dan pada anak-anak menggunakan benag jahit prolene atau ethilon 0,7 metrik (6/0).

Informasi harga dan pembelian BENANG JAHIT LUKA klik disini

jenis benang jahit luka
Benang jahit luka Silk

 Benang operasi dengan jarum hecting

Benang operasi plain catgut


Jenis Benang Jahit Luka Perineum

Dalam kasus kebidanan, sering kita kenal istilah robekan perineum. Biasanya robekan perineum ini dapat terjadi pada saat persalinan. Perineum dari ibu bersalin tersebut dapat robek sebagai akibat dari tekanan kepala pada perineum yang tidak tertahan baik dengan bantuan teknik sterneng. Ataupun dapat pula robekan perineum dibuat dengan sengaja oleh karena tindakan episiotomi. Akibat adanya robekan perineum tersebut dapat menyebabkan terjadinya perdarahan yang berasal dari robekan tersebut. Sehingga robekan perineum tersebut harus ditutup dengan cara dijahit.

Dalam melakukan penjahitan luka perineum ini diperlukan peralatan dan bahan. Peralatan yang digunakan ialah peralatan hecting set meliputi pinset anatomis dan chirurgis, jarum jahit, benang jahit, needle holder, dan lain-lain. Kesemua peralatan tersebut disimpan dalam satu wadah atau bak instrumen. Dan tidak lupa untuk selallu menyediakan lidocain, handscoon dan kassa pada saat akan melakukan penjahitan.

Dalam melakukan penjahitan luka perineum kita perlu mengetahui jenis benang jahit luka yang akan kita gunakan untuk menjahit luka robekan perineum tersebut. Terdapat berbagai macam jenis benang jahit luka yang dapat digunakan untuk melakukan jahitan pada luka perineum. Benag tersebut dapat berupa benag yang dapat diserap maupun benang yang tak dapat diserap. Namun untuk penjahitan luka perineum, jenis benang jahit luka yang digunakan ialah benang yang dapat diserap.

Teknik penjahitan yang sering digunakan dalam melakukan penjahitan luka perineum diantaranya ialah teknik penjahitan jelujur dalam, teknik penjahitan satu-satu dan teknik penjahitan subkutikuler. Pada saat melakukan teknik penjahitan jelujur dalam sebainya menggunakan jenis benang hecting yang dapat diserap dan terbuat dari bahan alami seperti benang catgut. Benang catgut ini terdiri dari dua jenis yaitu benang plain catgut dan benang chromic catgut. Yang membedakan kedua benang ini ialah pada waktu penyerapan benang tersebut oleh jaringan. Pada benang plain catgut membutuhkan waktu penyerapan selama 7-10 hari, sedangkan pada chromic catgut membutuhkan waktu penyerapan selama kurang lebih 28 hari.

Untuk bagian luar luka perineum dapat dijahit dengan menggunakan teknik satu-satu ataupun menggunakan teknik subkutikuler. Apabila menggunakan teknik satu-satu dapat menggunakan benang jahit yang dapat diserap seperti jenis catgut. Sedangkan untuk jahitan subkutikuler dapat menggunakan benang jahit yang dapat diserap jenis vicryl.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :