Benang Catgut

Benang catgut ialah salah satu contoh dari benang jahit. Benang catgut itu sendiri merupakan bagian dari benang yang dapat diserap. Benang catgut adalah benang yang dapat diserap dan terbuat dari bahan alami. Biasanya benang ini dapat dibuat dari bahan kolagen sapi atau domba. Bagian dari sapi atau domba yang dapat dibuat benang ini ialah pada bagian usus sapi atau domba. Benang ini terdiri dari dua jenis yaitu benang chromic catgut dan benang plain catgut. Kedua jenis benang ini terbuat dari bahan yang sama yaitu berasal dai bahan kolagen sapi atau domba.

Informasi harga dan pembelian BENANG OPERASI klik disini

benang catgut
Benang catgut chromic dengan jarum

Catgut chromic dengan jarum

Benang catgut plain

Macam-macam Benang Catgut untuk Penjahitan

Menjahit luka menjadi salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh para tenaga kesehatan. Menjahit luka menjadi keterampilan dasar yang sering di praktikkan dalam tindakan perbaikan luka seperti luka robekan perineum. Pada luka robekan perineum ini seorang bidan atau dokter dituntut agar dapat memperbaiki robekan yang terjadi dan menyatukan robekan tersebut untuk menghentikan perdarahan yang terjadi dari robekan tersebut.
Diperlukan keterampilan dan pengetahuan tentang teknik menjahit dan pemilihan benang untuk tindakan penjahitan ini. Namun tahukah anda, apa jenis benang yang paling sering digunakan untuk melakukan penjahitan luka perineum? Jawabannya tak lain ialah benang catgut. Benang ini merupakan benang yang paling sering digunakan untuk melakukan penjahitan perineum. Benang ini terdapat dalam dua kemasan yaitu benang tanpa jarum dan benang dengan jarum.

Seperti yang kita ketahui bahwa benang catgut merupakan salah satu jenis dari benang jahit yang dapat diserap. Artinya benang ini tidak perlu diangkat karena secara otomatis benang tersebut akan menyatu dengan kulit. Namun tahukah anda apa saja jenis-jenis dari benang catgut? Pada umumnya benang catgut ini terdiri dari benang catgut plain dan benang catgut chromic. Keduanya dibuat dari bahan alami seperti kolagen sapi atau domba. Tepatnya keduanya dibuat dari usus sapi atau usus domba.

Walaupun keduanya terbuat dari bahan yang sama yaitu bahan alami, namun keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut diantaranya ialah pada benang catgut plain memiliki daya kerja terhadap penyerapan benang tersebut dengan jaringan ialah dalam kurun waktu kurang lebih selama 7 sampai dengan 19 hari, dan akan diserap secara sempurna dalam kurun waktu 70 hari. Sedangkan pada benang catgut chromic memiliki kemampuan dalam penyerapan benangnya selama kurang lebih 90 hari. Benang ini membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penyerapannya dibandingkan dengan benang plain catgut.

Mengapa benang chromic catgut membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diserap oleh jaringan dibandingkan dengan benang plain catgut? Hal ini dikarenakan pada benang chromic catgut dilapisi oleh garam chromium sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk diserap oleh jaringan dibandingkan dengan benang plain catgut.

Kedua benang ini sama-sama menghasilkan suatu reaski jaringan sehingga biasanya pada pasien akan merasakan keluhan seperti rasa gatal-gatal pada area disekitar jahitan. Apabila hal ini terjadi sarankan pada pasien agar tidak menggaruk area yang terasa gatal tersebut. Hal tersebut akan terjadi sebagai akibat dari reaksi benang dengan jaringan dan reaksi dari proses penyembuhan luka. Perlu diinformasikan juga kepada pasien apabila luka sudah kering pasien dapat membasuh bagian luka dengan menggunakan air dingin. Tidak dianjurkan untuk menggunakan air hangat untuk membersihkan luka. Luka dibersihkan cukup dengan menggunakan air dingin dan sabun kulit.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :