Benang Hecting

Benang hecting adalah benang yang digunakan dalam tindakan penjahitan luka. Benang hecting ini digolongkan dalam beberapa macam golongan. Diantaranya terdapat benang jahit atau benang hecting yang digolongkan berdasarkan sifatnya, bahan pembuatnya, dan lain sebagainya. Benang jahit yang digunakan untuk menjahit luka disesuaikan dengan tujuan penjahitan tersebut dilakukan. Benang hecting juga digunakan dalam tindakan operasi atau pembedahan. Baik bedah minor maupun bedah mayor. Benang jahit dalam tindaan bedah minor maupun bedah mayor yang digunakan juga beragam bergantung pada tujuan tindakan tersebut dilakukan.


Macam-macam Benang Hecting

Terdapat berbagai benang hecting yang sering kita jumpai dalma berbagai tindakan terutama tindakan penjahitan luka, baik luka kibat bedah minor, maupun bedah mayor. Benang hecting ini apabila dilihat berdasarkan sifatnya terdapat 2 macam benang jahit, yaitu benang yang dapat diserap dan benang yang tak dapat diserap. Yang dimaksud dengan benang yang dapat diserap ialah benang jahit yang dapat diserap secara otomatis oleh jaringan atau kulit. Benang jahit ini banyak digunakan untuk tindakan penjahitan luka karena tidak memerlukan tindakan pengangkatan jahitan. Namun biasanya benang jahit yang dapat diserap ini dapat menimbulkan reaksi jaringan yang membuat pasien yang menggunakannya merasa kurang nyaman. Sedangkan yang dimaksud dengan benang jahit yang tak dapat diserap ialah benang jahit yang tidak dapat diserap oleh jaringan atau kulit sehingga memerlukan pengangkatan jahitan. Pengangkatan jahitan dilakukan apabila luka yang dijahit tersebut benar-benar sudah dalam keadaan pulih. Artinya luka yang dijahit tersebut sudah menutup dengan sempurna. Contoh dari banng jahit yang dapat diserap ialah benang catgut, benang vicryl, dan benang dexon. Benang catgut merupakan benang yang dapat di serap, benang ini terdiri dari dua yaitu benang catgut plain dan benang catgut chromic. Sedangkan contoh dari benang yang tak dapat diserap ialah benang silk, benang proline dan benang ethilone.

Apabila dilihat dari bahan pembuatnya. Benang hecting ini terdiri dari benang jahit yang terbuat dari bahan alami dan benang jahit yang terbuat dari bahan sintetis. Benang jahit yang terbuat dari bahan alami ialah benang jahit yang terbuat dari usus sapi atau domba atau pun dari bahan makhluk hidup lainnya. Sedangkan benang jahit yang terbuat dari bahan sintetis ialah benang jahit yang terbuat dari bahan buatan. Benang jahit yang terbuat dari bahan alami contohnya ialah benang catgut dan benang silk. Seperti yang telah di jelaskan bahwa benang catgut ini terdiri dari benang plain catgut dan benang catgut chromic. Benang plain catgut dan benang catgut chromic walaupun keduanya merupakan benang alami namun keduanya terdapat perbedaan. Perbedaannya dalam benang jahit catgut chromic dicampur dengan bahan lain selain bahan alami yaitu bahan kromium. Sehingga waktu penyerapan benang ini lebih lama dibandingkan benang catgut plain. Sedangkan benang catgut plain tidak dicampur dengan bahan lainnya. Artinya benang catgut plain merupakan benang alami murni. Untuk benang silk sendiri merupakan benang jahit yang terbuat dari bahan alami namun sifatnya tidak dapat diserap oleh kulit atau jaringan. Benang silk in dapat menimbulkan reaksi jaringan sehingga dapat menimbulkan luka yang agak besar. Sedapat mungkin benang silk ini dihindari untuk digunakan dalam tindakan penjahitan luka. Masih banyak benang lain yang dapat digunakan untuk penjahitan luka.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • c11104066.blogspot.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :