Fungsi Klem

Fungsi klem ialah untuk memegang ataupu menekan suatu objek yang dapat berupa benda atau bagian dari makhluk hidup. Fungsi klem secara khusus dapat dibedakan berdasarkan dari bentuk ataupun jenis klem itu sendiri. Namun pada umumnya fungsi klem ialah sebagai alat untuk memegang ataupun menekan suatu objek ataupun bagian dari makhluk hidup. Misalnya saja untuk klem arteri dan klem peritoneum. Keduanya memiliki fungsi yang sama sebagai alat untuk memegang atau menekan. Namun keduanya memiliki perbedaan yaitu pada klem arteri, lebih ditujukan untuk memegang atau menekan pembuluh darah arteri. Sedangkan untuk klem peritoneum lebih ditujukan untuk memegang atau menekan selapu peritoneum.


 Klem kocher bengkok

Klem mosquito bengkok

Fungsi Klem Berdasarkan Jenis Klem

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa fungsi klem pada umumnya digunakan sebagai alat untuk memegang atau menekan, namun daerah yang dipegang atau yang ditekan oleh setiap jenis klem yang berbeda. Berikut terdapat beberapa jenis klem yang sering digunakan dalam tindakan bedah minor beserta dengan fungsinya.

Klem terdiri dari beberapa jenis, diantaranya ualah klem arteri dan klem peritoneum. Klem arteri sendiri terdiri dari klem kocher dan klem pean. Klem kocher memiliki ciri pada klem tersebut memiliki ujung yang bergigi sedangkan pada klem pean ujungnya tidak bergigi. Fungsi klem arteri ialah untuk menekan bagian arteri atau pembuluh darah arteri. Sedangkan fungsi klem peritoneum ialah untuk menjepit jaringan selaput perut.

Setiap jenis klem yang digunakan dalam tindakan bedah minor terbuat dari bahan stainless steel yang tahan karat. Sehingga setelah dipakai sebaiknya klem tersebut di sterilkan lagi. Sebelum melakukan proses pensterilan klem, maka sebelumnya klem tersebut di dekontaminasi dalam larutan klorin selama 10 menit. Kemudian setelah itu, klem dibersihkan dengan menggunakan air sabun lalu bilas dengan menggunakan air bersih yang mengalir. Setelah itu lap klem dengan menggunakan lap kering. Setelah kering taruh klem dalam keadaan terbuka ke dalam alat sterilisator. Lalu nyalakan sterilisator dan biarkan alat tersebut melakukan proses sterilisasi.

Dalam melakukan proses sterilisasi klem ini, alat sterilisator akan bekerja secara ototmatis. Kurang lebih proses sterilisasi tersebut memakan waktu selama 1 jam. Sterilisasi itu sendiri dapat mematikan semua mikroba termasuk endospora. Dengan melakukan sterilisasi pada klem diharapkan tidak terjadi penularan dari dan oleh klem yang digunakan tersebut. Proses sterilisasi itu sendiri tidak akan mengurangi performa dari alat klem tersebut. Selain dengan cara di sterilisasi, klem juga dapat di DTT (desinfeksi tingkat tinggi).

Sebelum melakukan DTT atau desinfeksi tingkat tinggi, sebelumnya klem tersebut di dekontaminasi dalam larutan klorin selama 10 menit. Kemudian setelah itu, klem dibersihkan dengan menggunakan air sabun lalu bilas dengan menggunakan air bersih yang mengalir. Setelah itu lap klem dengan menggunakan lap kering. Setelah kering taruh klem dalam keadaan terbuka ke dalam panci DTT yang telah berisi air. Pastikan klem tersebut tenggelam di dalam panci DTT. Kemudian tutup panci dan panaskan panci sampai mendidih. Lalu biarkan klem berada di dalam panci DTT selama 20 menit dari air mendidih. Setelah itu barulah ambil klem tersebut dengan menggunakan korentang dan biarkan mengering dengan sendirinya, atau simpan dalam wadah tertutup atau bak instrumen tertutup. Perlu diketahui bahwa alat yang sudah di DTT atau desinfeksi tingkat tinggi hanya dapat bertahan selama satu minggu. Setelah itu lakukan DTT atau desinfeksi tingkat tinggi kembali sebelum klem tersebut digunakan.



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • bedahminor.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :