Fungsi Perban

Fungsi perban lebih identik digunakan sebagai alat pembalut. Untuk menjalankan fungsi perban tersebut maka perban tersebut dibuat dari kain yang dapat menutup luka atau juga dapat digunakan sebagai kain pengikat pada area tubuh yang sakit. Fungsi perban dan kassa keduanya dapat digunakan untuk menuutp luka. Sebenarnya antara perban dan kassa merupakan benda yang sama. Namun yang membedakannya ialah terdapat kassa yang bersifat steril, sedangkan perban tidak bersifat steril. Perban biasanya dipakai pada bagian luar sedangkan kassa dapat digunakan pada bagian luar dan dapat digunakan untuk menutupi luka bekas operasi agar luka tidak terkontaminasi.



Fungsi Perban Berdasarkan Jenisnya

Pada umumnya terdapat 3 jenis perban yaitu perban kompres, perban segitiga dan perban pita. Perban kompres sesuai dengan namanya, fungsi perban ini ialah untuk dijadikan sebagai pengompres jaringan atau luka. Sedangkan perban segitiga biasanya digunakan dalam pembidaian dan begitu pula dengan perban pita.

Fungsi perban itu sendiri pada umumnya ialah untuk membalut luka atau memar yang terjadi pada pasien. perban biasanya juga digunakan pada kasus-kasus seperti tulang yang mengalami keseleo, patah tulang dan lainnya. Fungsi perban ditemukan melalui suatu sejarah yang terjadi. Pada waktu itu perban yang digunakan merupakan perban yang terbuat dari serat pati. Tentu saja apabila perban terbuat dari serat pati maka dapat membuat perban tersebut dapat dengan udah terserap oleh kulit tubuh. Namun perban seperti ini dapat membuat sengatan menghilang dan menghilangkan kesulitan saat melepaskan perban. Serat pati yang merupakan dasar pembuatan perban pada saat itu ternyata dapat digunakan juga sebagai bahan untuk membuat serbet, tissue, dan produk lainnya. Hal tersebut dikemukakan oleh seorang peneliti yang bernama Penn State. Kemudian setelah itu Penn State membuat serat pati menjadi larut dalam air dan setelah lerut dia memutarnya sehingga dapat menjadi suatu untaian panjang yang bisa ditenun. Apabila dapat ditenun, maka akan memungkinkan agar dapat dibuat menjadi tikar. Namun ada satu tujuan lagi yang belum dicapai yaitu mengubah serat pati tersebut menjadi benang tipis. Sehingga para peneliti ini menambahkan suatu pelarut yang dapat memisahkan serat pati.

Pelarut yang ditambahkan tersebut ternyata dapat membuat molekul yang ada dalam serat pati tersebut dapat terjaga. Untuk mengubah serat pati tersebut menjadi untaian yang panjang maka para peneliti menggunakan alat yang bernama electrospinning. Setelah itu, serat tersebut ditenun dengan tambahan berbagai bahan lainnya muai dari perban dan kertas. Apabila digunakan sebagai perban maka serat yang terdaoat pada serat pati tersebut akan secara otomatis berubah menjadi glukosa dan kemudian diserap tubuh.

Ukuran dari perban bermacam-macam, terdapat perban yang panjang sampai dengan yang pendek. Apabila perban yang kita gunakan terlalu panjang, maka dapat dipotong atau digunting dengan menggunakan gunting perban. Gunting perban itu sendiri merupakan salah satu jenis dari gunting medis. Gunting perban ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan gunting episiotomi. Namun terdapat perbedaan diantara gunting episiotomi dengan gunting perban. Pada gunting perban di salah satu ujubg gubtingnya terdapat tonjolan. Sedangkan pada gunting episiotomi pada ujung guntingnya tidak terdapat tonjolan. Adanya tonjolan pada gunting perban tersebut bertujuan agar melindungi bagian lain dari trauma yang ditimbulkan oleh gunting. Perban itu sendiri dapat digunakan untuk menutupi luka ataupun menekan luka agar perdarahan dapat berhenti.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • alkesb.blogspot.co.id




Terima kasih untuk Like/comment FB :