Fungsi Pinset Anatomis

Fungsi pinset anatomis pada umumnya digunakan untuk memegang atau mengambil objek tertentu. Fungsi pinset anatomis ini tergolong ke dalam fungsi dari instrumen dasar bedah minor. Bedah minor itu sendiri diartikan sebagai suatu tindakan pembedahan yang dilakukan pada area yang kecil dengan tujuan sebagai diagnostik ataupun terapi terhadap suatu penyakit. Pinset anatomis juga termasuk ke dalam alat atau instrumen bedah minor yang sering digunakan dalam tindakan pembedahan yang bersifat minor. Pinset anatomis ini memiliki sebutan lain yaitu sebagai pinset traumatis dengan ujung yang tidak bergigi.

Pinset anatomis seringkali tertukar dengan pinset sirurgis karena memiliki kemiripan bentuk. Namun antara pinset anatomis maupun pinset sirurgis memiliki perbedaan terutama pada bagian ujung dari pinset tersebut. Pada pinset anatomis pada bagian ujungnya tidak memiliki gigi dengan berbagai ukuran panjang ataupun pendek. Sedangkan pinset sirurgis sebaliknya, yaitu memiliki ujung pinset dengan gigi.


Fungsi Pinset Anatomis dan Sirurgis

Pada dasarnya baik pinset anatomis maupun pinset sirurgis keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu untuk memegang ataupun menarik bagian-bagain dari anggota tubuh makhluk hidup seperti jaringan kulit. Fungsi pinset anatomis lebih ditujukan untuk membantu tindakan penjahitan luka dan menjepit kassa pada saat melakukan penekanna pada area luka yang akan dijahit. Begitu pula dengan pinset sirurgis lebih berperan dalam penjahitan luka namun untuk menjepit luka lebih erat lagi dibandingkan dengan pinset anatomis. Namun pinset anatomis ini harus digunakan dengan tepat karena bila tidak tepat maka dapat menimbulkan kerusakan jaringan yang dijepitnya.

Tetapi secara umum keduanya baik pinset anatomis maupun pinset sirurgis memiliki fungsi yang sama yaitu seagai alat pembantu dalma menentukan dan membentuk pola jahitan, membantu dalam mengangkat jahitan, membantu dalam melakukan penjepitan serta menahan jaringan dnegan kuat pada saat melakukan diseksi serta penjahitan luka, dapat digunakan sebegai alat untuk memberi tanda sebelum melakukan insisi, sebagai alat untuk menjepit luka, sebagai alat untuk enjepit otot, sebagai alat untuk membersihkan sisa dari luka jahitan yang dilakukan, menjepit jaringan yang lunak dan tipis, dan menjepit kassa.

Seperti yang kita ketahui, sebenarnya sangatlah mudah untuk membedakan anatra pinset anatomis dan pinset sirurgis. Kedua benda tersebut memiliki perbedaan pada bagian ujung dari pinset. Untuk pinset anatomis sendiri tidak memiliki ujung bergigi. Sedangkan untuk pinset sirurgis memiliki ujung yang bergigi dengan susunan gigi 1x2, 2x3, dan 3x4. Fungsi pinset anatomis sebagai alat untuk memegang atau menjepit objek tertentu tercermin pada saat tindakan dilakukan dengan bantuan pinset tersebut.

Baik pinset anatomis maupun sirurgis sangatlah mudah untuk digunakan. Cara menggunakan pinset ini ialah dnegan menggunakan ibu jari dan dua ataupun tida anak jari lainnya dalam satu tangan. Pada pinset apabila ditekan pada arah yang berlawanan maka akan menimbulkan suatu tekanan pegas dan membuat pinset untuk dapat menggenggam objek yang diinginkan tersebut. Kuat lemahnya kemampuan menggenggam yang dihasilkan bergantung pada tekanan pegas yang kita buat. Apabila ingin menghasilkan kemampuan menggenggam yang sangat kuat maka dapat dilakukan dengan melakukan penekanan pada pinset dengan kuat. Biasanya tujuan dari kemampuan menggenggam yang kuat ini ialah agar objek yang kita jepit tidak mudah lepas.

Memang pada umumnya fungsi pinset anatomis dan sirurgis akan lebih terlihat pada tindakan bedah minor seperti tindakan penjahitan luka. Selain tindakan penjahitan luka, fungsi pinset anatomis dan sirursgis juga akan terlihat pada tindakan sirkumsisi.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • wikipedia.org




Terima kasih untuk Like/comment FB :