Fungsi Pisau Bedah

Fungsi pisau bedah itu sendiri digunakan sebagai alat pemotong atau untuk menginsisi jaringan. Fungsi pisau ini didukung sengan bentuk mata pisaunya yang tajam sehingga dapat digunakan untuk memisahkan jaringan dengan menimbulkan trauma sekecil mungkin terhadap jaringan yang ada disekitar jaringan yang di insisi tersebut. Mata pisau yang dimiliki oleh pisau bedah pun beragam. Keberagaman mata pisau tersebut memiliki fungsi tersendiri. Biasanya fungsi pisau bedah dnegan mata pisau yang berukuran A#10 digunakan untuk tindakan pembedahan umum. Sedangkan fungsi pisau bedah dengan ukuran A#15 digunakan untuk tindakan pembedahan yang bersifat kosmetik.

Pisau bedah pada zaman dahulu antara mata pisau dengan gagangnya bersatu dan tidak dapat dipisahkan. Sedangkan pada masa sekarang ini, antara mata pisau dan gagangnya berpisah. Hal ini ditujukan untuk menghindari terjadinya infeksi yang diakibatkan oleh penggunaan alat secara berulang. Maka dari itu dibuatlah pisau bedah dengan model dimana mata pisau dan gagangnya terpisah. Mata pisau yang sudah dipakai biasanya dibuang pada tempat sampah tajam. Ini menandakan bahwa mata pisau hanya dapat digunakan untuk sekali pakai saja.



Pisau bedah / bisturi

Pisau bedah dengan gagangnya


Cara menggunakan pisu bedah pun harus benar agar dapat terhindar dari kesalahan yang tidak diinginkan seperti tergores terkena jaringan lainnya. Pisau bedah harus dipegang dengan senyaman mungkin dimana pisau bedah diletakkan antara ibu jari dan jari ketiga dan keempat. Sedangkan untuk jari telunjuk diposisikan pada bagian punggung pisau. Jari telunjuk yang berada pada bagian punggung pisau ini bertindak sebagai pengontrol dari arah gerakan pisau bedah.

Fungsi Pisau Bedah dalam Tindakan Bedah Minor

Baik dalam tindakan bedah mayor maupun bedah minor, fungsi pisau bedah ialah tetap sebagai alat pemotong jaringan. Fungsi pisau bedah sebagai alat pemotong jaringan didukung oleh bentuk mata pisaunya yang tajam. Serta gagang pisaunya yang nyaman untuk dipegang membuat penggunanya merasa leluasa untuk membuat pola insisi atau pemotongan sesuai dengan tujuan tindakan pembedahan yang dilakukan.

Pisau bedah termasuk ke dalam set bedah minor. Pisau bedah ini memiliki peranan yang snagat penting dalam tindakan bedah minor. Tindakan bedah minor yang dilakukan dapat bertujuan sebagai diagnostik ataupun terapai terhadap suatu penyakit yang terjadi pada pasien. Cara menggunakan pisau bedah ini harus dilakukan dengan cara yang benar serta berhati-hati agar tidak menimbulkan trauma atau luka baru pada jaringan lainnya.

Cara menggunakan pisau bedah yang sudah dijelaskan diatas harus dikuasai oleh pengguna pisau bedah tersebut. Selain itu dikarenakan pada masa sekarang ini terdapat model pisau bedah dimana antara bisturi atau mata pisau dan gagangnya yang terpisah, maka pengguna pisau bedah tersebut juga harus menguasai cara memasangkan mata pisau pada gagangnya dan melepas mata pisau dari gagangnya. Biasanya mata pisau dikemas dalam satu kemasan steril. Sebelum digunakan, mata pisau tersebut harus di hubungkan pada gagangnya. Adapun cara menghubungkan mata pisau atau bisturi pada gagang pisau dilakukan dengan bantuan alat lain yang bernama needle holder. Needle holder ini berfungsi untuk memegang mata pisau kemudian hubungkan pada gagangnya sampai terdengar bunyi klik. Begitu pula yang dilakukan untuk melepas mata pisau dari gagangnya. Pegang mata pisau dengan menggunakan needle holder kemudian lepaskan mata pisau dari gagangnya. Jangan sekali-kali memegang mata pisau langsung dengan menggunakan tangan walaupun tangan kita menggunakan sarung tangan karena dapat membuat goresan pada tangan kita. Peganglah mata pisau dengan bantuan alat lain seperti needle holder.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • fungsialat.blogspot.co.id




Terima kasih untuk Like/comment FB :