Jarum Hecting

Jarum hecting merupakan jarum yang digunakan untuk tindakan penjahitan. Tindakan penjahitan ini tidak akan lepas dari yang namanya jarum dan benang. Selain itu dalam tindakan penjahitan ini juga tidak lepas dari needle holder, pinset anatomis, pinset sirurgis, dan lain sebagainya. Jarum hecting disebut juga dnegan jarum bedah karena termasuk ke dalam peralatan bedah minor. Jarum hecting memiliki nama lain yaitu sebagai suture needle ataupun surgical needles. Jarum jahit ini terbuat dari bahan anti karat ataupun stainless steel. Terdapat dua sediaan dari jarum hecting atau jarum bedah yaitu jarum bedah yang terpisah dengan benangnya, dan benang bedah yang menyatu dengan benangnya.

Jarum jahit yang digunakan untuk menjahit ini terdiri dari berbagai ukuran. Pemilihan ukuran dari jarum hecting ini sangatlah penting karena dengan memilih jarum hecting yang tepat dapat mempermudah tindakan penjahitan luka. Biasanya terdapat standar yang mengindikasikan petugas yang melakukan tindakan penjahitan untuk menggunakan suatu jarum bedah tertentu.


Misalnya saja untuk penjahitan luka perineum biasanya jarum yang digunakan dapat berupa jarum otot maupun jarum kulit dengan ukuran jarum berupa nomor 9 ataupun 11. Tentunya pemilihan ukuran jarum hecting ini harus diseduaikan dengan besarnya lokasi luka. Tentu saja bila lokasi lukanya luas dan dalam maka gunakanlah jarum dengan ukuran yang lebih besar.

Pada umumnya sekarang ini panyak petugas kesehatan yang menggunakan jarum jahit yang bersifat atraumatik artinya tidak menimbulkan kerusakan jaringan. Biasanya pada jenis jarum seperti ini merupakan jarum dengan sebuah lubang dan pada bagian tersebut merupakan tempat dimana benang tersebut dimasukkan. Sehingga benang tersebut akan mengikuti pola atau alur dari jarum tanpa dapat menimbulkan kerusakan pada bagian jaringan. Sedangkan pada masa terdahulu, banyak yang menggunakan jarum jahit atau hecting dengan model lama dimana terdapat mata dan loop dari benangnya sehingga bila digunakan dapat menimbulkan trauma pada jaringan.

Bagian-bagian dari Jarum Hecting

Bagian-bagian dari jarum jahit atau hecting ini pada umumnya terdiri dari bagian mata jarum atau yang disebut juga dengan eye needle, bagian badan atau batang yang disebut juga dengan body atau shat needl, dan bagian ujung jarum atau yang disebut juga dengan point of needle. Pada bagian ujung jarum jahit ini memiliki berbagai bentuk dari ujung jarum jahit yang biasa disebut dnegan taper, blunt, triangular, tapercut, dan lain-lain.

Pada bagian ujung jarum jahit yang disebut dengan taper merupakan bagian dari ujung jarum jahit dengan bentuk batang bulat atau berbentuk segi empat. Jarum jahit atau hecting dengan ujung jarum yang berbentuk taper ini paling sesuai untuk digunakan dalam tindakan penjahitan pada bagian atau area otot, peritoneum, saraf, aponeurosis, katup, dan pembuluh darah. Pada bagian ujung jarum jahit yang disebut dengan blunt merupakan bagian dari ujung jarum jahit dengan bentuk batang gepeng. Ujung jarum blunt ini paling sesuai untuk digunakan dalam tindakan penjahitan pada daerah ginjal, hati, limpa dan usus besar. Pada bagian ujung jarum jahit yang disebut dengan triangular merupakan bagian dari ujung jarum jahit dengan bentuk batang gepeng atau segi empat. Jarum jahit dengan ujung jarum triangular ini sesuai digunakan untuk penjahitan bagian fascia, kulit, ligamen dan tendon. Sedangkan pada bagian ujung jarum jahit yang disebut dengan tapercut merupakan bagian dari ujung jarum jahit dengan bentuk segitiga yang berukuran lebih kecil. Jarum jahit ini memiliki batang yang gepeng. Jarum jahit ini cocok untuk digunakan dalam penjahitan ligamen, rongga mulut, fascia, uterus, dan lain-lain.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • alkeskelompoka.blogspot.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :