Macam macam Benang Hecting

Macam macam benang hecting dapat kita kenali berdasarkan sifatnya, bahan penyusunnya, jumlah filamen yang menyusunnya dan lain sebagainya. Macam mcam benang hecting ini harus kita ketahui karena dapat digunakan sebagai dasar dalam pemilihan benang hecting yang akan digunakan dalam suatu tindakan khususnya tindakan penjahitan luka. Macam macam benang hecting yang digunakan juga tergantung dari lokasi penjahitan luka yang dilakukan. Macam macam benang hecting ini biasanya dipilih berdasarkan bahan pembuat benang hecting tersebut.

Umumnya apabila dilihat dari bahan pembuat benang hecting, macam macam benang hecting terdiri dari benang hecting alami dan benang hecting buatan. Benang hecting alami biasanya dibuat dari bahan alami seperti dari usus hewan. Sedangkan benang hecting buatan biasanya dibuat dari bahan yang bersifat sintetis. Bennag hecting alami biasanya dibuat dari usus sapi ataupun domba. Ada pula benang alami yang dibuat dari kepompong ulat sutera.


Macam-macam Benang Hecting Berdasarkan Sifatnya

Terdapat dua jenis benang hecting yang digolongkan berdasarkan sifatnya. Jenis benang hecting yang pertama ialah benang hecting yang dapat diserap oleh jaringan. Sedangkan jenis benang hecting yang kedua ialah benang hecting yang tak dapat diserap oleh jaringan. Kedua macam macam benang hecting ini sama-sama ada yang terbuat dari bahan alami dan ada juga yang terbuat dari bahan buatan.

Macam macam benang hecting yang dapat diserap terdiri dari benang catgut dan benang vicryl serta dexon. Benang hecting ini bila digolongkan ke dalam bahan pembuatnya terdapat dua bagian yaitu bahan alami dan buatan atau sintetis. Benang hecting yang dapat diserap serta terbuat dari bahan alami ialah catgut. Catgut ini merupakan contoh benang yang dapat diserap dan terbuat dari bahan alami yang paling banyak digunakan dalam tindakan penjahitan luka. Catgut ini terbuat dari usus hewan seperti usus sapi ataupun kambing. Pada benang catgut ini terdiri dari dua jenis yaitu catgut plain dan catgut chromic. Catgut plain merupakan benang catgut yang memiliki daya serap berkisar antara 7 sampai dengan 10 hari. Sedangkan benang catgut chromic merupakan benang catgut yang memeiliki daya serap berkisar kurang lebih 28 hari. Namun kedua benang tersebut dapat menimbulkan reaksi jaringa di sekitar area luka penjahitan.

Benang yang dapat diserap selanjutnya ialah benang vicryl dan dexon. Benang vicryl dan dexon merupakan contoh benang yang dapat diserap dan terbuat dari bahan buatan atau sintetis. Benang vicryl ini terbuat dari senyawa polygactin sedangkan benang dexon terbuat dari senyawa polyclycalic acid. Kedua benang ini memiliki ukuran lebih panjang apabila dibandingkan dengan benang yang dapat diserap lainnya seperti benang catgut. Namun benang ini menimbulkan reaksi jaringan yang lebih sedikit dibandingkan dengan benang catgut.

Untuk benang yang tak dapat diserap terdiri dari benang berbahan alami dan berbahan buatan atau sintetis. Contoh dari benang yang tak dapat diserap dan terbuat dari bahan alami ialah benang silk. Benang silk atau black silk merupakan benang hecting alami yang tak dapat diserap. Benang ini apabila digunakan untuk penjahitan luka akan menimbulkan reaksi jaringan dan dapat menghasilkan luka yang agak besar. Sehingga benang ini sebisa mungkin dihindari untuk digunakan karena masih banyak benang lain yang dapat digunakan agar memberikan hasil yang lebih baik. Sedangkan benang yang tak dapat diserap namun terbuat dari bahan buatan atau sintetis contohnya ialah benang prolene dan ethilon. Benang ini akan memberikan sedikit reaksi jaringan bila digunakan dalam penjahitan luka. Selain itu benang ini tergolong ke dalam benang monofilamen terbaik dari semua benang yang ada.



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • c11104066.blogspot.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :