Nald Voeder

Nald voeder atau yang sering disebut juga dengan needle holder merupakan alat yang digunakan untuk memegang jarum pada saat penjahitan luka. Namun, nald voeder ini juga dapat digunakan untuk memegang mata pisau pada saat memasangkan dan melepasakan mata pisau tersebut dari gagangnya. Nald voeder juga menjadi bagain dari alat yang digunakan dalam tindakan bedah minor khusunya dalam tindakan penjahitan luka bedah. Needle holder atau lat pemegang jarum ini terbuat dari bahan anti karat yaitu bahan stainless steel.

Terdapat beberapa jenis dari alat pemegang jarum ini yaitu jenis mathew kusten dan jenis Crille wood. Jenis pemegang jarum seperti Crille wood memiliki bentuk yang mirip dengan klem. Sedangkan jenis alat pemegang jarum seperti Mathew kusten memiliki bentuk seperti segitiga.


Kegunaan Nald Voeder

Pada umumnya kegunaan nald voeder lebih identik sebagai alat pemegang jarum dalam tindakan penjahitan luka. Namun terdapat fungsi lainnya yang berhubungan dengan kegunaan dari nald voeder yaitu sebagai alat untuk memegang mata pisau pada saat melakukan pemasangan mata pisua pada gagagngnya dan pelepasan mata pisau dari gagangnya. Kegunaan nald voeder sebagai pemegang alat lain yang tergolong ke dalam benda tajam didukung dengann bentuknya yang dapat memegang dengan erat benda tajam tersebut. Bnda tajam tidak boleh dipegang oleh tangan secara langsung karena dikhawatirkan dapat menimbulkan luka pada tangan. Sehingga diperlukan alat bantu untuk memegang benda tajam tersebut.

Nald voeder terdapat bentuk yang menyerupai seperti klem. Namun pada dasarnya antara nald voeder dengan klem memiliki beberapa perbedaan. Kem yang mirip dengan needle holder ini ialah klem arteri lurus. Namun ada perbedaan antara klem arteri lurus dengan pemegang jarum atau needle holder. Perbedaan tersebut berada pada bagian struktur jepitan. Pada alat pemegang jarum atau needle holder memiliki struktur jepitan seperti criss-cross pada permukaannya serta mempunyai handle dengan ukuran yang lebih panjang dibandingkan dengan jepitannya. Sedangkan pada klem arteri memiliki struktur jepitan seperti paralel. Dengan gagang yang lebih panjang dibandingkan dengan jepitannya.

Neddle holder atau alat pemegang jarum ini dapat memgang jarum dengan lebih kuat. Maka dari itu needle holder jangan digunakan untuk memegang jaringan karena dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan tersebut. Cara menggunakan needle holder pun berbeda dengan cara menggunakan klem. Cara menggunakan needle holder dilakukan dengan cara menutup dan membuka kuncian atau ratchet yang terdapat pada gagang needle holder. Kemudian tempatkan needle atau jarum jahit pada 2/3 dari ujung needle yang berlubang. Needle tersebut berada pada bagian ujung dari alat pemegang jarum tersebut. Apabila needle atau jarum hecting ditempatkan seperti itu, maka akan memudahkan penggunanya untuk melakukan penusukkan pada jaringan yang akan dijahit.

Dalam melakukan penjahitan luka, needle holder atau alat pemegang jarum ini dipegang oleh telapak tangan agar alat pemegang jarum ini dapat dikontrol dengan baik. Sebisa mungkin agar tidak mengeluarkan jari dari lubang pemegang neddle karena dapat membuat rusak ritme dari jahitan. Usahakan agar dapat mempergunakan ibu jari pada lubang alat pemegang jarum tersebut secara menetap, dan dapat domanipulasi dengan jari manis dan kelingking pada lubang alat pemegang jarum yang lainnya. Apabila alat pemegang jarum tersebut seleai digunakan, lakukan dekontaminsai, cuci bilas dan sterilisasi pada alat pemgang jarum tersebut. Sehingga kita tidak perlu melakukan sterilisasi lagi apabila akan digunakan kembali.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • Buku Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah 
  • wikipedia.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :