Pisau Operasi

Pisau operasi atau disebut juga dengan pisau bedah merupakan peralatan yang digunakan untuk memotong jaringan. Pisau operasi ini merupakan paduan dari bisturi dan handle. Bisturi merupakan mata pisau dengan ketajaman tertentu, sedangkan handle merupakan pegangan yang menyangga bisturi. Sehingga dapat dikatakan dengan lain bahwa pisau operasi merupakan rangkaian dari bisturi dan handle. Pada model lama, pisau untuk operasi ini memiliki satu mata pisau yang menyatu dengan satu handle. Sehingga apabila mata pisaunya telah tumpul harus diasah terlebih dahulu. Namun sekarang terdapat mata pisau dan handle yang terpisah, sehingga apabila mata pisau tersebut tumpul kita dapat mengganti mata pisau tersebut.

Pisau operasi sering digunakan dalam tindakan bedah minor untuk menginsisi kulit atau memotong jaringan. Penggunaan mata pisau setelah tindakan sebaiknya dibuang. Hal ini untuk menghindari terjadinya kemungkinan infeksi yang dapat ditularkan melalui pisau tersebut.

Informasi harga dan pembelian PISAU BEDAH klik disini

Pisau operasi dengan gagangnya

pisau operasi
Pisau bedah (operasi)


Pisau Operasi Bedah Minor

Pisau operasi bedah minor pada umumnya yang dipakai adalah pisau operasi yang terdiri dari mata pisau dan pegangannya atau handle. Pada tindakan bedah minor terdapat dua nomor atau ukuran dari gagang pisau yang sering digunakan untuk tindakan ini. Biasanya gagang pisau yang sering digunakan ialah gagang pisau dengan nomor 4 dan nomor 3. Pada gagang pisau dengan ukuran nomor 3 merupakan gagang pisau yang menggunakan mata pisau yang berukuran kecil. Sedangkan pada gagang pisau dengan ukuran nomor 4 merupakan gagang pisau yang menggunakan mata pisau dengan ukuran yang besar.

Penggunaan dari mata pisau itu sendiri bergantung pada area yang akan di potong atau di insisi. Apabila area yang akan dipotong atau di insisi luas, maka sebaiknya menggunakan mata pisau yang berukuran besar atau yang bernomor 4. Sedangkan bila area yang akan dipotong atau di insisi kecil, maka sebaiknya menggunakan mata pisau yang berukuran kecil atau yang bernomor 3.

Saat memasang dan menggunakan pisau operasi tersebut harus berhati-hati karena apabila kita tidak berhati-hati dikhawatirkan dapat membuat luka insisi lebih lebar ataupun dapat melukai diri kita sendiri. Pada umumnya pisau bedah ini dapat digunakan untuk menginsisi dan memotong jaringan. Namun alat ini juga dapat digunakan untuk mengangkat jaringan serta benda asing yang berada pada bagian dalam kulit. Pada alat ini terdapat 2 ujung yang berbeda. Ujung yang pertama merupakan ujung yang tajam, sedangkan ujung yang lainnya merupakan ujung yang tumpul. Ujung yang tajam berfungsi untuk menginsisi atau memotong dan ujung yang tumpul serta berlubang berfungsi sebagai tempat untuk menempelkan pisau.

Cara memasang pisau bedah yang benar dan agar tidak dapat melukai tangan penggunanya, maka sebaiknya dalam memasang alat ini menggunakan alat bantu berupa needle holder yang umumnya digunakan sebagai alat pemegang jarum. Namun needle holder ini dapat digunakan untuk membantu memasang pisau pada gagangnya. Cara yang dilakukan untuk memasangnya ialah pegang bagian pisau yang tumpul dengan menggunakan needle holder, kemudian hubungkan pisau tersebut pada lidah pegangan sampai terkunci. Biasanya bila pisau tersebut sudah terkunci akan menimbulkan bunyi seperti bunyi “klik”. Sedangkan untuk melepas pisau dari gagangnya dapat dilakukan dengan cara needle holder memegang bagian ujung pisau kemudian lepaskan pisau dari lidah pegangan. Setelah itu pisau tersebut dibuang pada tempat sampah tajam. Namun pastikan bahwa pisau tersebut tidak terdapat sisa darah.



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • Buku kumpulan kuliah ilmu bedah 
  • wikipedia.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :