Gunting Perban (Cara Penggunaan)

Gunting perban ialah gunting yang digunakan untuk memotong perban. Dalam prosedur operasi atau penjahitan luka diperlukan gunting perban. Sesuai dengan namanya, gunting perban ialah gunting yang digunakan untuk memotong atau menggunting perban. Pada umumnya gunting untuk perban biasa digunakan untuk memotong atau menggunting bahan-bahan yang tidak steril, seperti untuk menggunting atau memotong perban. Gunting ini dapat juga digunakan untuk menggunting plester.



Penggunaan gunting perban

Penggunaan gunting perban cukup mudah karena gunting ini dilengkapi dengan pelindung. Untuk menggunakannya sama saja seperti menggunakan gunting biasa. Dalam melakukan pengguntingan dengan gunting perban tidak perlu menggunakan sarung tangan terlebih dahulu karena biasanya gunting perban digunakan untuk menggunting bahan-bahan yang tidak steril. Untuk menggunakannya gunakan tangan. Setelah itu, untuk menekan dengan kuat masukan ibu jari dan jari tengah pada bagian pemegang gunting perban. Ujung gunting perban yang tumpul ditempatkan di atas dan ujung yang lebih panjang dan runcing diposisikan dibawah. Masukkan bagian ujung gunting pada perban yang akan digunting dengan posisi gunting perban dalam keadaan terbuka. Kemudian, lakukan pengguntingan dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk menekan kuat berlawanan arah sampai ibu jari dan jari telunjuk bertemu.

Untung menghasilkan hasil guntingan yang rapi, lakukan pengguntingan perban dengan satu kali guntingan. Perban yang digunting secara rapi akan menghasilkan anyaman yang tidak mudah bercabang. Proses mengunting perban sebaiknya hindari anyaman perban bercabang sebab apabila anyaman perban bercabang dikhawatirkan benang akan menempel pada luka yang diperban. Untuk membersihkan gunting ini juga cukup mudah, caranya dengan direndam dalam larutan klorin selama 10 menit. Perlu diingatkan saat merendam gunting dengan menggunakan larutan klorin jangan lebih dari 10 menit, hal tersebut dikarenakan larutan klorin memiliki sifat korosif sehingga jika terlalu lama di rendam gunting akan mengalami kerusakan. Setelah itu, cuci bersih menggunakan sabun. Jika perlu sikat menggunakan sikat gigi pada bagian-bagian tersembunyi untuk memastikan bekas darah dan antiseptik benar-benar bersih. Lalu dikeringkan dan simpan dalam kondisi kering dan bersih. Jangan menyimpan dalam kondisi basah, terkena darah atau cairan antiseptic. Simpan instrumen tersebut dalam wadahnya (bak instrumen) dengan dilapisi kain untuk menjaganya tetap kering.

Gunting untuk perban terbuat dari bahan stainless steel sehingga tidak mudah berkarat. Untuk sterilisasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Autoclave, yaitu menggunakan alat dengan tekanan tinggi dan suhu tinggi;
  •  Secara kimiawi dengan menggunakan bahan DDT;
  • Pemanasan, yaitu merebus, kukus, pemanasan menggunakan pemanas listrik dan sebagainya.

Selain gunting perban, terdapat juga gunting episiotomi, yaitu gunting yang digunakan untuk melakukan tindakan pengguntingan pada bagian perineum. Tindakan menggunakan gunting episiotomi biasanya dilakukan dalam proses persalinan yang terdapat gangguan. Tindakan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memperlebar jalan lahir pada proses persalinan. Gunting perban dan gunting episiotomi terbuat dari bahan stainless steel, tetapi terdapat perbedaan pada bentuknya. Pada ujung gunting untuk perban terdapat tonjolan sedangkan pada ujung gunting episiotomi tidak terdapat tonjolan. Tonjolan yang berada pada ujung gunting perban memiliki fungsi untuk melindungi kulit dari kecelakaan saat pemotongan atau pengguntingan perban sehingga pada saat pengguntingan perban ujung gunting tidak perlu dilindungi dengan tangan yang lain, sedangkan  dalam menggunakan gunting episiotomi saat akan melakukan pengguntingan perineum tangan yang tidak digunakan untuk menggunting perlu melindungi bagian kepala janin agar tidak terluka saat dilakukan episiotomi.



Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: alatbedahminor.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :