Vena Section (Prosedur Tindakan)

Vena section atau vena seksi merupakan suatu tindakan gawat darurat medis yang sering dilakukan oleh dokter bedah. Vena section adalah tindakan pembedahan gawat darurat yang dilakukan untuk mendapatkan akses pembuluh darah vena dengan tujuan resusitasi pada penderita syok hipovolemik. Syok hipovolemik merupakan kegagalan sirkulasi tubuh untuk mempertahankan perfusi jaringan yang adekuat. Syok hipovolekmik bisa disebabkan karenabanyak hal, meliputi perdarahan dan bukan perdarahan.



vena section
Needle Holder


Contoh penyebab syok hipovolemik yang perdarahan adalah keluarnya darah dalam jumlah banyak dari tubuh seperti pada kasus kecelakaan berat yang menyebabkan robeknya pembuluh darah, perdarahan di dalam tubuh yang berat, dan perdarahan paska persalinan. Contoh penyebab syok hipovolemik yang bukan perdarahan ialah hilangnya cairan karena diare dan muntah yang masif sehingga menyebabkan dehidrasi berat.


Vena Section Sebagai Tindakan Gawat Darurat

Untuk mengatasi keadaan syok hipovolemik, tata laksana utamanya adalah dengan resusitasi cairan dengan jalur parenteral atau intravena. Infus dipasang melalui kateter vena untuk mengalirkan cairan ke tubuh pasien yang syok hipovolemik. Ada kalanya pasien sudah dalam kondisi yang sangat berat sehingga pembuluh darah venanya sudah banyak yang kolaps dan menyulitkan perawat atau dokter untuk mencari akses venanya. Pada bayi dan pasien gemuk juga vena dapat sangat sulit ditemukan. Dalam kasus ini, vena section menjadi pilihan tindakan untuk mendapatkan akses vena demi resusitasi.

Vena-vena yang sering dijadikan tempat perlakuan vena section adalah vena saphena magna yang terletak di sekitar 2 cm di depan dan di atas maleolus medialis dan vena basilica yang terletak sekitar 2,5 cm di lateral epicondylus medialis humeri. Prosedur vena seksi ini dilakukan di ruang operasi karena harus dilakukan dalam kondisi steril. Untuk melakukan vena section, diperlukan alat-alat yang termasuk dalam minor set untuk mengakses dan menyambungkan kateter vena ke dalam vena. Kontraindikasi dilakukannya tindakan ini yakni adanya trombosis vena dan koagulopati (gangguan koagulasi).

Berikut ini adalah prosedur tindakan vena section:
  • Siapkan pasien di meja operasi, lakukan tindakan antisepsis kepada pasien dengan larutan antiseptik dan batasi lapangan operasi dengan menggunakan duk steril di daerah vena saphena magna (kaki) atau vena basilica (lengan);
  • Lakukan prosedur anestesi infiltrasi dengan menggunakan lidokain 0, 5%;
  • Insisi kulit secara melintang di area yang sudah di anestesi kira-kira sepanjang 2, 5 cm;
  • Lakukan di seksi tumpul dengan klem hemostat yang lengkung, lalu identifikasi vena kemudian bebaskan vena tersebut dari jaringan di sekitarnya;
  • Angkat vena tersebut sekitar 2 cm dari dasarnya;
  • Ikat vena tersebut di bagian distalnya, lalu mobilisasi vena, kemudian ikat vena tersebut dengan mengelilinginya menggunakan benang dengan arah cephalad;
  • Lakukan venotomi kecil dan melintang kemudian dilatasi dengan perlahan-lahan;
  • Masukkan kanul plastik melalui venotomi tersebut kemudian ligasi proksimal mengelilingi pembuluh vena dan kanul. Agar tidak terlepas dari vena, kanul plastik mesti dimasukkan dengan panjang yang cukup;
  • Sambung kanul plastik dengan pipa intravena lalu tutup insisi dengan jahitan interupsi;
  • Beri salep di jahitan insisi kemudian tutup dengan pembalut yang steril untuk mencegah infeksi.

Demikianlah penjelasan tahapan tindakan vena section. Adapun komplikasi dari tindakan tersebut yakni terjadinya perdarahan. Hal ini dapat diatasi dengan balut tekan. Flebitis dan selulitis juga dapat terjadi akibat terjadinya infeksi. Komplikasi lainnya yaitu hematoma, trombosis pembuluh darah, dan terjadi robekan saraf dan arteri saat dilakukannya vena section.



Oleh: dokter Rifa
Editor: Adrie Noor
Sumber: alatbedahminor.com, bedahumum.wordpress.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :