Pinset Bedah (Jenis dan Macamnya)

Pinset bedah kita dikenal juga dengan nama pinset medis. Seperti pinset pada umumnya, pinset bedah pun punya fungsi yang sama yaitu untuk mengambil dan menjepit. Bedanya adalah pinset bedah digunakan untuk mengambil dan menjepit jaringan serta alat-alat medis seperti kasa steril. Pinset bedah digunakan di praktik medis sehari-hari dan juga saat operasi kecil maupun besar. Pinset bedah dibuat dari bahan antikarat (stainless steel) dan bisa digunakan berkali-kali dengan cara disterilkan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan infeksi terhadap pasien. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara merendamnya dalam larutan klorin 0, 5% selama 10 menit.



pinset bedah
Pinset Anatomis


Pinset untuk bedah juga tersedia dalam berbagai ukuran dengan bentuk yang sama. Pinset bedah memiliki bentuk seperti sumpit, yaitu terdiri dari dua bilah yang salah satu ujungnya saling menempel dan ujung satunya lagi bergerak bebas dan digunakan untuk menjepit jaringan. Pinset ini berfungsi layaknya jari manusia yang memegang suatu benda. Cara menggunakan pinset bedah pun sama dengan cara menggunakan sumpit saat makan.

Jenis-jenis Pinset Bedah

Berdasarkan bentuknya, pinset bedah dapat dibagi menjadi tiga yaitu pinset anatomis, chirurgis, dan pinset splinter. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing jenis pinset:

1.      Pinset Anatomis
Pinset bedah anatomis tidak memiliki ujung bergerigi dan hal inilah yang membedakan pinset anatomis dengan pinset chirurgis. Oleh karena tidak memiliki ‘gigi’ di ujungnya, maka pinset ini dipakai untuk menjepit jaringan yang mudah robek seperti jaringan mukosa. Contohnya adalah mukosa vagina yang rapuh sehingga pinset ini sering digunakan untuk menjahit perineum setelah prosedur melahirkan (partus).

2.      Pinset Chirurgis
Pinset ini memiliki gerigi di ujungnya sehingga digunakan untuk menjepit jaringan yang liat dan licin agar tidak mudah lepas. Nama lain pinset ini yaitu pinset jaringan, tissue forceps, atau pinset operasi. Pinset chirurgis digunakan untuk menjepit jaringan-jaringan seperti jaringan subkutis, otot, tendon, dan fascia. Biasanya pinset ini digunakan saat menjahit luka paska operasi pada jaringan-jaringan tersebut. Pinset chirurgis mempunyai susunan gigi1x2 (dua gigi dalam satu bidang), 2x3, dan 3x4. Menggunakan pinset chirurgis mestilah hati-hati karena bila digunakan dengan kasar akan dapat melukai jaringan. Selain untuk menjahit luka paska operasi, pinset jenis ini juga sering digunakan untuk membentuk pola untuk jahitan dan mengangkat (remove) jahitan, membersihkan sisa-sisa luka jahitan, juga menjepit kasa ketika menekan perdarahan pada luka. Cara menggunakan pinset bedah chirurgis sama dengan cara menggunakan pinset anatomis, yaitu dengan cara menekan bagian yang bebas dengan ibu jari di satu sisi dan jari telunjuk juga jari tengah di sisi lainnya. Tekanan akan tercipta saat jari-jari tersebut saling menekan dan ini akan menghasilkan kemampuan menggenggam jaringan. Tekanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

3.      Pinset Splinter
Pinset jenis splinter rata-rata memiliki panjang 12 cm dengan ujung yang tajam dan runcing (hal yang membedakan dengan pinset anatomis dan chirurgis). Pinset splinter dibuat dari bahan stainless steel dengan demikian antikarat dan dapat digunakan berkali-kali dengan disterilisasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Pinset splinter disebut juga dengan forcep splinter Renz.

Jenis-jenis Pinset Bedah

Pinset untuk bedah biasanya sudah dijual dalam satu paket dengan instrumen bedah lainnya seperti bak instrumen, gunting, klem, dan lain-lain. Pinset bedah dapat juga dibeli satuan dengan harga berkisar 10 ribu hingga 30 ribu di toko-toko alat kesehatan.



Oleh: dokter Rifa
Editor: Adrie Noor
Sumber: tokoalkes.com, kerjanya.net, elbawiyah.blogspot.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :