Jenis Hecting dalam Tindakan Operasi

Jenis hecting disesuaikan dengan kebutuhan penjahitan yang dilakukan berdasarkan jenis luka tertentu. Sebagaimana kita ketahui, kulit terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan kulit tersebut dapat mengalami robekan. Untuk memperbaiki luka robekan tersebut maka dilakukan penjahitan dengan jenis hecting tertentu. Hecting merupakan sebuah prosedur penting dalam tindakan operasi. Hecting atau penjahitan luka merupakan sebuah tindakan untuk menyatukan jaringan kulit yang robek atau luka.



jenis hecting
Benang Hecting


Jenis – jenis Hecting

Jenis hecting, terdiri dari berbagai macam jenis, di antaranya ialah:


Jahitan kulit
  • Jahitan interrupted
Jahitan simple interrupted (jahitan satu demi satu)

Jenis hecting ini merupakan jenis hecting yang banyak digunakan dan paling terkenal. Dalam menggunakan jenis hecting ini, jarak antara jahitan sejauh 5-7 mm dan batas jahitan dari tepi luka sebaiknya 1-2 mm. Dalam jenis hecting ini semakin dekat jarak antara setiap jahitan maka semakin baik bekas luka setelah penyembuhan.


 Jahitan matras
  • Jahitan matras vertikal
Jenis hecting ini digunakan apabila tepi luka tidak dapat dicapai dengan menggunakan jenis hecting satu demi satu. Seperti di daerah yang tipis lemak subkutisnya dan tepi lukan yang cenderung masuk ke dalam.

  • Jahitan matras horizontal
Jenis hecting ini digunakan untuk manautkan fassia dan aponeurosis. Jenis hecting ini tidak boleh digunakan untuk menjahit lemak subkutis karena hal tersebut dapat menyebabkan kulit diatansa nampak lebih bergelombang.


Jahitan continous
  • Jahitan jelujur
Jenis hecting ini lebih cepat dibuat, lebih kuat, dan pembagian tekanannya lebih rata jika dibandingkan dengan jahitan terputus. Penjahitan jelujur memiliki kelemahan bila terjadi benang putus atau simpul terurai maka seluruh tepi luka akan terbuka. Jenis dari jahitan ini yaitu Jahitan interlocking, festoon, dan jahitan kantung tembakau.

  • Jahitan subkutis

  • Jahitan continous
Jahitan terusan subkutikuler atau intrademal. Jahitan ini digunakan apabila setelah luka sembuh ingin didapatkan hasil penjahitan yang baik.



Jahitan dalam
Jahitan ini dilakukan apabila terdapat luka infeksi seperti insisi abses, dipasang dren. Dren memiliki fungsi untuk mengalirkan cairan keluar berupa darah atau serum. Dren terbuat dari guntingan sarung tangan.

Dalam penjahitan luka, tentunya diperlukan benang operasi dan jarum untuk melakukan penjahitan luka. Jarum jahit yang digunakan dalam proses penjahitan luka yaitu jarum kulit dan jarum otot. Jarum kulit merupakan jenis jarum hecting yang digunakan dalam tindakan penjahitan kulit, alat ini memiliki bentuk dengan ujung jarum yang panjang dan berbentuk segitiga. Bentuk jarum tersebut dibuat sedemikian rupa untuk dengan mudah menembus jaringan kulit yang alot, sedangkan jarum otot merupakan jenis dari jarum hecting yang digunakan dalam tindakan penjahitan otot. Jarum otot ini terbuat dari bahan stainless steel dan memiliki ujung tajam atau runcing dan bulat. Jarum otot dibuat sedemikian rupa agar mudah menembus jaringan otot, sedangkan untuk catgut atau benang operasi yang digunakan, dapat dengan menggunakan catgut yang terbuat dari bahan alami yaitu chromic catgut dan plain catgut.

Chromic catgut merupakan salah satu jenis catgut yang terbuat dari benang alami yaitu kolagen sapi atau domba, chromic catgut adalah jenis catgut yang dapat diserap oleh jaringan. Chromic catgut dilapisi dengan garam chromium sehingga memperpanjang waktu penyerapan secara sempurna yaitu 90 hari, sedangkan plain catgut adalah benang jahit yang terbuat dari benang alami yaitu kolagen sapi atau domba. Sama halnya dengan chromic catgut, plain catgut merupakan jenis benang operasi yang dapat diserap oleh jaringan. Waktu yang dibutuhkan untuk penyerapan secara sempurna oleh benang ini yaitu 70 hari. Untuk memilih benang operasi yang akan digunakan, perhatikanlah ketebalan benang dan area luka yang akan dilakukan penjahitan.



Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: alatbedahminor.com, ronytasugalen.blogspot.co.id



Terima kasih untuk Like/comment FB :