Catgut Plain (Benang untuk Menjahit Luka)

Catgut plain merupakan jenis benang operasi yang banyak digunakan dalam prosedur operasi penjahitan luka. Catgut plain adalah benang operasi yang termasuk ke dalam jenis benang operasi yang dapat diserap sehingga jika luka sudah benar-benar kering maka benang akan terserap oleh jaringan sehingga tidak perlu adanya pengangkatan benang. Catgut plain terbuat dari bahan alami yaitu kolagen sapi dan domba. Daya serap pengikatan yang dibutuhkan oleh catgut plain yaitu 9-12 hari dan waktu penyerapan secara sempurna yang dibutuhkan oleh catgut plain yaitu 70 hari. Selain catgut plain, terdapat benang operasi yang lainnya yaitu catgut chromic. Catgut plain dan catgut chromic merupakan kedua jenis benang yang termasuk ke dalam jenis benang yang dapat diserap dan terbuat dari bahan alami yaitu kolagen sapi dan domba. Namun, terdapat perbedaan dari kedua jenis benang tersebut, pada catgut chromic dilapisi dengan garam chromium sehingga memperpanjang waktu penyerapan secara sempurna yaitu selama 70 hari.



catgut plain
Benang Catgut Plain


Jenis benang operasi yang dapat digunakan pada prosedur operasi terdiri dari berbagai macam. Selain benang operasi yang dapat diserap oleh jaringan, jenis benang operasi yang lainnya yaitu benang operasi yang tidak dapat diserap oleh jaringan seperti silk. Silk atau yang disebut juga sebagai benang sutera merupakan benang operasi yang tidak dapat diserap. Benang ini terbuat dari bahan sutera alami yang terbuat dari fibroin yang termasuk ke dalam jenis protein organik. Benang operasi silk mengandung serabut sutera yang merupakan hasil produksi dari ulat sutera. Selain benang operasi silk, benang operasi lainnya yang tidak dapat diserap yang terbuat dari bahan buatan seperti bahan dasar polypropylene, nylon, dan polyester. Penggunaan benang operasi yang tidak dapat diserap oleh jaringan, ketika luka telah mengering haruslah dilakukan pengangkatan benang dengan menggunakan metode yang benar.

Memilih benang operasi termasuk catgut plain

Pemilihan benang operasi harus memerhatikan beberapa hal, seperti area atau lokasi penjahitan. Rekomendasi penggunaan benang untuk penjahitan luka yang dapat digunakan adalah monofilamen prolene atau Ethilon 1,5 metrik (4/0) untuk jahitan interuptus pada semua bagian. Monofilamen prolene atau ethilon 2 metrik (3/0) untuk jahitan subkutikuler non-absorbable. Juga dapat digunakan untuk jahitan interuptus pada kulit yang keras misalnya pada bahu. Vicryl 2 metrik (3/0) digunakan pada jahitan subkutikuler yang absorbable dan jahitan dalam hemostasis. Vicryl 1,5 metrik (4/0) digunakan untuk jahitan subkutikuler jaringan halus atau jahitan dalam. Prolene atau Ethilon 0,7 (6/0) untuk jahitan halus pada muka dan pada anak-anak. Selain itu, hal  lainnya yang harus diperhatikan yaitu bahan dan ketebalan benang yang akan digunakan.

Pengaturan ketebalan benang memiliki dua sistem yang digunakan, yaitu sistem metrik dan sistem tradisional. Untuk penomoran sistem metrik sesuai dengan diameter benang dalam per-sepuluh milimeter. Contohnya, benang yang memiliki ukuran 2 berarti memiliki diameter 0,2 mm, sedangkan  dalam sistem tradisional ketebalan benang disebutkan menggunakan nilai nol misalnya 3/0, 4/0, 6/0 dan seterusnya. Semakin besar nilainya maka semakin kecil ketebalannya. Maka dari itu, dalam sistem tradisional nilai 6/0 merupakan nomor dengan diameter paling halus yang tebalnya seperti rambut yang biasanya digunakan pada wajah dan anak-anak. Nilai 3/0 merupakan ukuran yang paling tebal yang biasa digunakan pada sebagian besar bedah minor. Meskipun sistem tradisional dianggap kurang rasional, banyak juga yang menggunakan sistem ini.



Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: tokoalkes.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :