Jenis Benang Operasi (Alami dan Buatan)

Jenis benang operasi bermacam-macam. Benang operasi merupakan bahan utama untuk menyatukan jaringan kulit yang mengalami luka robek. Dalam melakukan penjahitan tentunya dibutuhkan benang operasi untuk menutup luka. Benang yang digunakan untuk penjahitan disebut juga sebagai benang hecting. Jenis benang operasi yang sering digunakan ini bermacam-macam. Jenis benang operasi yang pertama yaitu jenis benang operasi yang dapat diserap atau absorbable suture. Jenis benang operasi ini terdiri dari benang alami, dan benang buatan.



jenis benang operasi
Benang Operasi


Jenis Jenis Benang Operasi

Benang alami
Benang alami terdiri dari plain cat gut dan chromic cat gut. Plain cat gut terbuat dari bahan kolagen domba atau sapi. Daya serap pengikat yang dimiliki benang ini yaitu selama 7-19 hari dan akan diserap dalam waktu 70 hari secara sempurna, sedangkan  benang chromic cat gut terbuat dari bahan yang sama dengan plain cat gut. Benang ini dilapisi dengan garam chromium untuk memperpanjang waktu penyerapan selama 90 hari.

Benang buatan
Benang buatan merupakan benang-benang yang dibuat dari bahan sintetis seperti polyglycapron, polyglactin, dan polydioxanone. Jenis benang operasi ini memiliki daya ikat lebih lama yaitu 2-3 minggu dan dalam waktu 90-120 hari akan terserap secara lengkap.

Jenis benang operasi yang kedua yaitu benang yang tidak dapat di serap atau non-absorbable suture. Sama halnya dengan jenis benang operasi yang dapat diserap, jenis benang operasi ini terdiri dari:

Benang alami
Benang alami dari jenis dari benang operasi ini yaitu silk atau sutera yang terbuat dari fibroin yang merupakan protein organik. Jenis benang operasi ini mengandung serabut sutera hasil produksi ulat sutera.

Benang buatan
Benang buatan dari jenis benang operasi ini terbuat dari bahan dasar polyester, nylon dan poly propylene.

Penggunaan benang operasi

Penggunaan benang operasi untuk penjahitan luka dibedakan atas jenis benang dan area jaringan yang digunakan. Jenis dari benang operasi memiliki perbedaan satu sama lain, terutama ketebalan benang dan bahan benang tersebut. Dua sistem yang dapat digunakan untuk mengatur penebalan benang yaitu sistem metrik dan sistem tradisional. Untuk penomoran sistem metrik sesuai dengan diameter benang dalam per-sepuluh milimeter. Contohnya, benang yang memiliki ukuran 2 berarti berdiameter 0,2 mm, sedangkan  sistem tradisonal meskipun dianggap kurang rasional, tetapi banyak yang menggunakan sistem ini. Dalam sistem ini ketebalan benang disebutkan menggunakan nilai nol seperti 3/0, 4/0, 6/0 dan seterusnya. Semakin besar nilainya, ketebalannya semakin kecil. Contohnya 6/0 merupakan nomor dengan diameter paling halus yang memilki ketebalan sama halnya seperti rambut, biasanya jenis benang operasi ini digunakan pada wajah dan anak-anak. 4/0 merupakan nilai pertengahan yang sering digunakan dalam penjahitan luka sedangkan nila 3/0 merupakan ukuran yang paling tebal yang biasa digunakan pada sebagian besar bedah minor.

Penggunaan benang operasi untuk penjahitan luka dapat menggunakan beberapa benang seperti monofilamen prolene atau ethilon 1,5 metrik (4/0) untuk jahitan interuptus pada semua bagian. Monofilamen prolene atau ethilon 2 metrik (3/0) untuk jahitan subkutikuler non-absorbable. Selain itu, juga dapat digunakan untuk jahitan interuptus pada kulit yang keras seperti bahu. Vicryl 1, 5 metrik (4/0) digunakan untuk jahitan subkutikuler jaringan halus atau jaringan dalam. Vicryl 2 metrik (3/0) digunakan pada jahitan subkutikuler yang dapat diserap dan jahitan hemostasis. Prolene atau ethilon 0, 7 (6/0) digunakan untuk jahitan halus pada wajah dan anak-anak.

Pada cover paket dalam satu paket jahitan, biasanya terdapat cara penggunaan benang operasi untuk penjahitan luka, spesifikasi benang dan needle-nya secara lengkap.



Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: alatbedahminor.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :