Ukuran Jarum Hecting Atraumatik

Ukuran jarum hecting terdiri dari berbagai macam ukuran. Jarum hecting merupakan alat bedah minor yang sering digunakan dalam tindakan penjahitan luka. Jenis jarum hecting yang banyak digunakan terdiri dari berbagai macam, salah satu jenis jarum hecting yang banyak digunakan yaitu jarum atraumatik. Selain bermacam-macam jenisnya, jarum hecting juga memiliki ukuran jarum hecting yang berbeda-beda. Ukuran jarum hecting yang berbeda-beda tersebut bertujuan untuk mempermudah dalam melakukan tindakan penjahitan. Ukuran jarum hecting sebagian besar memilki bentuk kurva dengan ukuran jarum hecting ¼, 5/8, ½ dan 3/8 lingkaran. Dengan adanya berbagai ukuran jarum hecting tersebut memberikan range untuk bertemu dengan jahitan lainnya yang dibutuhkan.



ukuran jarum hecting
Hecting Set


Ukuran Jarum Hecting Atraumatik

Jarum hecting atraumatik merupakan salah satu jenis jarum hecting yang sering digunakan dalam proses penjahitan. Jarum hecting atraumatik merupakan jenis jarum hecting yang telah bersatu dengan benang hecting dalam kemasan satu-satu. Jenis jarum ini tidak akan menimbulkan trauma, jarum jenis ini seperti membuat benang langsung dijepit ke dalam ujung jarum satunya lagi. Jarum hecting terdiri dari sebuah lubang pada ujungnya yang merupakan tempat insersi benang. Tanpa menimbulkan kerusakan jaringan (trauma) benang yang digunakan jarum hecting atraumatik akan mengikuti jalur jarum bedah. Perbedaan antara jarum hecting model lama dan jarum hecting traumatic yakni pada mata dan loop-nya. Pada jarum hecting model lama, pada loop dan benangnya memiliki mata sehingga menimbulkan trauma atau kerusakan jaringan.

Untuk lebih mengenal bagian jarum hecting, berikut ini beberapa penjelasan mengenai bagian-bagian dari jarum hecting. Pada dasarnya jarum hecting terdiri atas ujung jarum atau pont needle, badan atau batang atau disebut juga dengan body/shat needle, dan mata jarum atau eye needle. Ujung dari jenis-jenis jarum memiliki beberapa bentuk, di antaranya:
  • Ujung dari jenis-jenis jarum hecting yang disebut Tapercut;
  • Ujung jarum berbentuk segitiga yang lebih kecil dengan batang gepeng, bisa digunakan untuk menjahit fascia, ligaments, uterus, rongga mulut, dan sebagainya;
  • Ujung dari jenis yang disebut Taper. Ujung jarum taper dengan batang bulat atau empat persegi cocok digunakan untuk menjahit daerah aponeurosis, otot, saraf, peritoneum, pembuluh darah, katup;
  • Ujung dari jenis hecting yang disebut Blunt. Blunt point dan batang gepeng cocok digunakan untuk menjahit daerah usus besar, ginjal, limpa, hati;
  • Ujung segitiga dengan batang gepeng atau empat persegi. Bisa dipakai untuk menjahit daerah kulit, fascia, ligament, dan tendon;
  • Ujung dari jenis-jenis jarum hecting yang disebut Triangular.

Untuk melakukan tindakan penjahitan haruslah diperhatikan pemilihan jenis-jenis jarum hecting. Pemilihan jarum haruslah jarum yang digunakan merupakan jarum yang dapat berperan aktif dalam penyembuhan luka dan tidak mengubah atau merusak jaringan tubuh. Pilihlah jarum hecting yang sesuai dengan prosedur operasi untuk mempercepat proses penjahitan luka. Untuk melakukan tindakan penjahitan hal penting yang harus dilakukan, yaitu mengamati luka yang terdapat pada bagian tubuh pasien. Amati luasnya luka, dalamnya luka dan lain sebagainya. Jika setelah diamati terdapat luka yang sangat dalam, maka pilihlah jarum yang sangat lengkung. Kemudian untuk jaringan lunak, pilihlah jarum dengan penampang bulat atau jarum otot, sedangkan untuk bagian kulit, gunakanlah jarum yang berbentuk persegi atau jarum kulit untuk membantu dalam proses penjahitan luka dalam proses operasi atau pembedahan.



Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: tokoalkes.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :