Jenis Benang Jahit Bedah yang Biasa Dipakai

Jenis benang jahit bedah biasanya dibedakan dengan sifatnya yang dapat diserap oleh tubuh (absorbable) atau tidak dapat diserap tubuh (non-absorbable). Hal ini akan memengaruhi pemilihan penggunaan benang oleh dokter bedah saat menutup luka operasi karena setiap jaringan punya sifat yang berbeda-beda dan memiliki masa penyembuhan yang berbeda-beda pula. Jenis benang jahit bedah yang absorbable tidak mesti yang terbaik karena hal ini disesuaikan dengan kebutuhan penjahitan masing-masing. Ada juga jaringan yang lebih memerlukan benang yang tidak dapat diserap oleh tubuh (non-absorbable).



jenis benang jahit bedah
Benang Catgut Chromic


Jenis Benang Jahit Bedah yang Biasa Dipakai

Berikut ini adalah uraian masing-masing jenis benang jahit bedah menurut kemampuannya untuk diserap oleh tubuh:

Benang absorbable
Jenis benang jahit bedah satu ini dibagi lagi menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatnya, yaitu bahan alami dan bahan sintetik. Benang yang dari bahan alami yang sudah sering dikenal yaitu Plain Catgut dan Chromic Catgut. Plain Catgut diproduksi dari bahan kolagen sapi atau domba meskipun namanya Cat. Plain Catgut akan diserap oleh tubuh dalam waktu dua hingga tiga minggu. Hal ini tergantung respons tubuh pasien. Chromic Catgut juga sama, dibuat dari kolagen sapi atau domba, tetapi masa penyerapannya lebih lama dibanding Plain Catgut dan juga lebih kuat karena terdapat kandungan garam chromium. Benang absorbable yang dibuat dari bahan sintetik adalah jenis Poliglaktin (merek dagang Safil dan Vicryl) dan Polyglycapron (merek dagangnya Monosyn dan Monocryl), juga Polydioxanone (merek dagang PDS II). Benang absorbable dapat menimbulkan reaksi jaringan seperti alergi atau sampai terbentuknya fistel.

Benang non-absorbable 
Jenis benang jahit bedah yang tidak dapat diserap tubuh (non-absorbable) terbuat dari bahan alami maupun sintetik. Bahan alami pembentuk benang non-absorbable dari sutera atau kapas. Contoh jenis benang jahit bedah ini adalah Silk atau Siede. Bahan ini juga dapat menimbulkan reaksi jaringan karena berasal dari bahan biologis. Daya tegangnya dapat bertambah bila dibasahi terlebih dahulu dengan larutan garam sebelum digunakan. Bahan sintetik pembentuk benang non-absorbable adalah Polyester (Mersiline), Nylon (Ethilon dan Dermalon), dan Polypropilen (Prolene) serta biasanya dilapisi oleh bahan pelapis teflon atau dacron. Jaringan yang memerlukan kekuatan yang besar untuk disatukan butuh benang jenis ini karena daya tegangnya yang besar.

Ketebalan benang-benang tersebut disesuaikan dengan ketebalan masing-masing jaringan tubuh. Ketebalan suatu benang jahit bedah dinyatakan dalam sistem metrik atau bisa juga dengan sistem tradisional. Sistem metrik menyatakan satuan benang per-sepuluh milimeternya. Jadi, benang dengan ukuran 4 berarti memiliki ketebalan benang sebesar 0, 4 milimeter. Sistem tradisional lebih banyak dipakai meskipun bisa dibilang kurang rasional. Sistem tradisional menyatakan ukuran benang dalam bentuk 0/0, 1/0, 2/0 hingga 6/0. Semakin besar angka yang tertera di bungkus benang, maka semakin kecil diameter benangnya. Jadi, benang dengan ukuran 0/0 adalah ukuran yang terbesar dan biasanya digunakan untuk menjahit jaringan yang besar dan butuh kekuatan besar seperti otot dan tendon. Benang dengan ukuran 6/0 biasa digunakan untuk menjahit kulit bagian wajah karena sangat tipis dan bisa juga untuk menjahit luka pada bayi.

Kemasan benang jahit ada yang sudah dilengkapi dengan jarum dan ada juga yang tidak. Benang yang dikemas menggunakan jarum biasanya lebih pendek dibanding yang dikemas tanpa jarum. Ada juga yang dikemas dalam bentuk gulungan panjang sehingga dapat dipakai untuk beberapa kali operasi.



Oleh: dokter Rifa
Editor: Adrie Noor
Sumber:  alatbedahminor.com, easthomas.blogspot.co.id, tokoalkes.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :