Benang Absorbable dan Non-absorbable

Benang absorbable adalah salah satu jenis benang yang sering digunakan saat prosedur penjahitan paska pembedahan. Benang absorbable juga dipakai untuk menjahit luka-luka kecil seperti luka robek akibat kecelakaan atau terjatuh. Benang absorbable sesuai dengan namanya berarti benang yang dapat diserap oleh tubuh sehingga tidak perlu melepaskan jahitan saat luka sudah mengering. Benang absorbable sendiri tidak selalu menjadi benang yang digunakan karena ada saatnya penjahitan justru membutuhkan benang yang tidak dapat diserap oleh tubuh (non-absorbable).



benang absorbable
Benang operasi Catgut dengan jarum


Perbedaan Benang Absorbable dan Non-absorbable

Perbedaan kedua benang di atas adalah sifatnya yang dapat ataupun tidak dapat diserap oleh tubuh. Selain itu, perbedaan lainnya mencakup hal-hal di bawah ini:

Benang non-absorbable 
Benang non-absorbable ada dua jenis berdasarkan bahan pembuatnya, yaitu alami dan sintetik. Bahan alami pembentuk benang non-absorbable adalah sutera atau kapas. Contoh jenis benang jahit bedah ini adalah Silk atau Siede dan berwarna hitam. Kekurangan dari bahan alami yaitu dapat menimbulkan reaksi jaringan setempat seperti peradangan dan lebih parahnya infeksi. Daya tegangnya dapat bertambah bila dibasahi atau direndam terlebih dahulu dengan larutan garam sebelum digunakan. Bahan sintetik pembentuk benang yang tidak dapat diserap tubuh adalah Nylon (Ethilon dan Dermalon), Polyester (Mersiline),dan Polypropilen (Prolene) serta biasanya dilapisi oleh bahan pelapis teflon atau dacron. Benang ini memiliki daya tegang yang besar dan kuat sehingga biasanya digunakan untuk menjahit jaringan yang besar.

Benang absorbable 
Sama seperti benang non-absorbable, benang absorbable juga dibuat dari bahan alami atau sintetik. Plain Catgut dan Chromic Catgut adalah benang absorbable yang sangat banyak dikenal. Plain Catgut diproduksi dari bahan kolagen sapi atau domba meskipun namanya ada unsur Cat. Plain Catgut akan diserap oleh tubuh dalam waktu dua hingga tiga minggu tergantung respons tubuh masing-masing orang. Chromic Catgut juga sama, dibuat dari kolagen sapi atau domba tetapi masa penyerapannya lebih lama dibanding Plain Catgut dan juga lebih kuat karena terdapat kandungan garam chromium. Benang absorbable yang dibuat dari bahan sintetik adalah jenis Poliglaktin (merek dagang Safil dan Vicryl), Polydioxanone (merek dagang PDS II), dan Polyglycapron (merek dagangnya Monosyn dan Monocryl). Benang absorbable dapat menimbulkan reaksi jaringan seperti alergi pada sebagian orang atau sampai terbentuknya fistel.

Ketebalan benang-benang tersebut juga penting untuk diperhatikan karena berpengaruh terhadap penggunaannya. Jaringan yang lebih besar seperti tendon dan otot membutuhkan benang yang lebih tebal. Ketebalan suatu benang jahit bedah umumnya dinyatakan dalam sistem metrik atau bisa juga dengan sistem tradisional. Sistem tradisional lebih banyak dipakai meskipun bisa dibilang kurang rasional. Sistem tradisional menyatakan ukuran benang dalam bentuk 0/0, 1/0, 2/0 hingga 6/0. Semakin besar angka yang tertera di kemasan benang, maka semakin kecil diameter benangnya. Jadi, benang dengan ukuran 0/0 adalah ukuran yang terbesar. Benang dengan ukuran 6/0 biasanya digunakan untuk menjahit kulit bagian wajah karena sangat tipis dan bisa juga untuk menjahit luka pada bayi. Sistem metrik menyatakan satuan benang per-sepuluh milimeternya. Jadi, benang dengan ukuran 3 berarti memiliki ketebalan benang sebesar 0, 3 milimeter.

Kemasan benang jahit ada yang sudah dilengkapi dengan jarum dan ada juga yang tidak. Benang yang dikemas dengan menggunakan jarum biasanya lebih pendek dibanding yang dikemas tanpa jarum. Ada juga yang dikemas dalam bentuk gulungan panjang sehingga dapat dipakai untuk beberapa kali operasi. Harga benang yang sudah dilengkapi dengan jarum lebih mahal dibanding benang yang tidak dilengkapi dengan jarum.



Oleh: dokter Rifa
Editor: Adrie Noor
Sumber: alatbedahminor.com, easthomas.blogspot.co.id, tokoalkes.com





Terima kasih untuk Like/comment FB :